IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Begini Kemeriahan Imlek di Pasar Semawis yang Membuat Ganjar Bahagia

BNews—SEMARANG— Belasan orang beraksi meliak-liukkan tongkat panjang penyangga Naga-nagaan. Gerakannya rancak dan lincah. Mereka memeragakan tari Liang Liong di ujung Jalan Wotgandul Timur Kawasan Pecinan Semarang.

Masyarakat yang memadati Pasar Semawis terpana saat binatang mitologi Tionghoa itu seolah benar-benar hidup dan melayang di atas kepala mereka. Tidak terkecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Layaknya memberi penghormatan, kepala Liang Liong yang diangkat setongkat penuh langsung menukik menggeliat di depan dada Ganjar.

Setelah hentakan musik pengiring membuncah, sang naga berputar arah membukakan jalan bagi menuju salah satu kursi di Tok Panjang. Segera, suara perkusi pengiring Liang Liong berganti menjadi alunan erhu, guzheng dan dizi yang mengiringi gadis berjilbab menyanyikan lagu Mandarin.

Menurut Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis) Haryanto Halim, lagu-lagu tersebut mendendangkan syair kebahagiaan menjelang Tahun Baru Imlek. ”Selain lewat lagu, kebahagiaan itu kami luapkan dengan menggelar Tok Panjang ini,” kata Haryanto.

Jelas pria yang karib disapa Pak Har, Tok Panjang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang diikuti banyak orang. Di Semarang, tradisi itu dipoles jadi perayaan meriah yang dibuka selebar-lebarnya untuk siapapun.

”Seluruh makanan yang disajikan di atas meja dijamin kehalalannya. Ada sup lobak, kue keranjang, acar, nasi goreng khas Tionghoa sampai yang paling lezat, ikan dori,” kata Haryanto.

Tok Panjang telah 17 kali digelar di kawasan Pecinan Semarang. Selama itu pula tidak pernah sepi. Bahkan gaungnya terdengar hampir ke seluruh penjuru tanah air dengan memanfaatkan ikatan persaudaraan dan penyebaran informasi di berbagai media.

Loading...

”Luar biasa sekali acaranya. Apalagi hidangannya ini. Lobak yang asal rasanya hambar bisa jadi enak begini. Harus dilestarikan ini, makanan dan terutama acaranya,” kata Woro Mastuti, pengunjung asal Depok, Jawa Barat yang sengaja datang ke Semarang hanya untuk menikmati sajian di Tok Panjang Semawis.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Ganjar sangat senang bisa hadir di Tok Panjang. Bahkan, pakaian tradisional Tionghoa yang dikenakannya sengaja dipesan khusus ke penjahit untuk dipakai menghadiri acara tersebut. Namun, disela sambutan, ribuan pengunjung dibuat tertawa saat Ganjar berbagi momen yang baru saja terjadi di meja makannya.

”Tapi sayang, meski sudah memakai baju khusus ini saya tidak bisa menghabiskan ikan dori yang sangat lezat itu karena dipaksa naik panggung ini. Kamu (MC) harus tanggung jawab. Tapi kok bisa, ya, masak seenak itu,” seloroh Ganjar yang membuat ribuan pengunjung tidak bisa menahan tawa.

Namun penyesalannya terbayar tuntas ketika memakan kue keranjang yang sensasi rasanya sangat legit. Kebahagiaan Ganjar semakin lengkap ketika menonton adegan peperangan di pertunjukan Wayang Potehi. Saking tertariknya, di atas panggung Ganjar spontan mengeluarkan sovenir wayang potehi yang dia terima dan turut nimbrung dalam adegan peperangan itu.

”Inilah kekayaan kita. Acara yang sangat unik dan ditunggu-tunggu banyak orang. Kulinernya enak-enak. Tidak ada ruginya liburan ke sini,” tandas dia. (lhr/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: