Belasan Tahun Diungsikan, Candi di Lereng Merapi Magelang Akan Dikembalikan

BNews-MAGELANG– Hampir 12 tahun lamanya Candi Lumbung berada di tempat barunya di daerah Tlatar Krogowanan Sawangan Magelang. Pasalnya, di tahun 2011 lalu dipindah dari daerah Sengi Kecamatan Dukun Magelang karena terancam banjir lahar dingin sungai Pabelan.

Terdapat rencana pemindahan dengan teknik pemugaran Candi Lumbung tersebut oleh Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah. Mereka akan memindah kembali candi tersebut tidak jauh dari lokasi semula di Dusun Candi Ngisor Desa Sengi Kecamatan Dukun Magelang.

Sebelum dilakukan pemindahan salah satu candi di lereng Merapi tersebut, Tim BPK Jateng menggelar acara slametan. Bersama masyarakat sekitar doa dan ritual bersama dikukan di lokasi Candi Lumbung.

Dalam acara tersebut, tim ber doa kepada Tuhan yang Maha ESA agar proses pemindahan berjalan dengan lancar. Acara tersebut berlangsung pada Senin kemarin (10/07/2023).

Pamong Budaya Ahli Muda BPK Wilayah 10 sekaligus koordinator kegiatan pemindahan Candi Lumbung Sengi; Eri Budiarto mengatakan pemindahan candi ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

‘’Lokasi Candi Lumbung Sengi dulu sangat rawan terhadap bencana. Apalagi, sebagian besar bagian dari candi ini sudah jatuh, longsor ke sungai Pabelan kemudian pada tahun 2010. Kemudian dipindah di Dusun Tlatar ini dan sekarang kita akan pindahkan lagi masih di kawasan lokasi lama,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk target pemindahan atau proses pemugaran Candi Lumbung ke Komplek Situs Candi Sengi akan Selesai pada akhir Tahun 2024.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

‘’Untuk tahun ini kita hanya akan memindahkan situs dari lokasi lama ke lokasi baru; dan akan menyusun beberapa batu sampai akhir November 2023. Kemudian akan dilanjutkan tahun depan sampai selesai,” imbuhnya.

Selain Candi Lumbung, dalam komplek tersebut juga terdapat candi lain. Candi tersebut adalah Candi Asu dan Pendem.

Candi-Candi itu dibangun pada abad ke 9 dimana masih berada di bawah pemerintahan Kerjaam Mataram Kuno. Pada saat itu, kerajaan Mataram Kuno berada di bawah pimpinan seorang Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Raja tersebut merupakan Raja Ke 8 yang memerintah Kerjaan Mataram Kuno pada tahun 855 – 885 M. Sehingga Candi ini termasuk salah satu Candi Hindu. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!