Benarkah Pamer Romantisme di Medsos Tanda Pasangan Bahagia?
- calendar_month Jum, 17 Des 2021

MESRA: Sepasang kekasih melakukan wefie untuk diungah di medsos. (foto: ilustrasi)
BNews—MAGELANG— Media sosial kini dijadikan sarana pamer kemesraan pasangan. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kabahagiaan dan keharmonisan kepada publik warga internet (warganet). Tetapi benarkah yang ditunjukkan mereka mutlak adalah kebahagiaan? Atau hanya sekedar ilusi?
Sebuah studi di Facebook menunjukkan bahwa orang atau pasangan yang memiliki hubungan yang erat satu sama lain tidak akan mengumbar segalanya di media sosial (medsos). Justru penggunaan medsos berlebihan juga erat kaitannya dengan mental yang kurang sehat yang berdampak buruk pada hubungan antar pribadi penggunanya.
Fakta mencengangkan menyebutkan jika pasangan yang suka pamer kemesraan di medsos cenderung mengisyaratkan mereka sedang mencari pengakuan. Berbeda dengan pasangan yang tidak mengekspos justru membuktikan bahwa mereka bahagia.
Yang lebih lucu lagi, Anda mungkin pernah menemukan pertengkaran secara daring di medsos. Dimana pasangan saling jawab-menjawab di kolom komentar sehingga mengundang empati ratusan netizen yang belum tentu mereka kenal di dunia nyata.
Berbeda dengan cara pasangan yang tidak suka mengumbar kemesraan. Bagi mereka, bertengkar di medsos bukanlah tempat yang tepat. Justru akan mempermalukan dirinya sendiri di depan banyak orang yang menonton pertengkaran.
Tidak pamer bukan berarti Anda tidak memposting foto atau vieo kesesraan bersama pasangan. Anda bisa sekali berbagi momen kebahagiaan di medsos.
Maka dapat disimpulkan bahwa pasangan yang rajin pamer foto mesra di medsos bisa saja benar-benar bahagia. Tetapi siapa tahu kebahagiaan itu ternyata muncul karena banjir likes atau komentar-komentar pujian yang oleh warganet dianggap sebagai ’ relationship goals.
Sementara hubungan yang sebenarnya belum tentu benar-benar bahagia. Jadi, media sosial tidak bisa dijadikan tolok ukur kebahagiaan sebuah pasangan. Kebahagiaan yang hakiki tidak didapat pada media sosial melainkan dari bagaimana pasangan menghargai waktu dan privasi bersama. (ifa/han)
Sumber: Genpi
About The Author
- Penulis: BNews 3





Saat ini belum ada komentar