Berapa Kali Sebaiknya Keramas dalam Seminggu? Simak Penjelasan Berikut Ini
- calendar_month Ming, 30 Jan 2022

ILUSTRASI: keramas (foto: hellosehat.com)
BNews—TIPS— Keramas adalah salah satu cara merawat rambut yang dilakukan agar rambut dan kulit kepala senantiasa sehat. Namun yang menjadi pertanyaan, bolehkah keramas setiap hari? Sebenarnya, keramas berapa kali seminggu yang dianjurkan?
Keramas adalah tahapan mencuci rambut yang perlu dilakukan secara rutin. Hampir setiap orang berpikir bahwa jarang mencuci rambut bisa menyebabkan rambut berketombe atau kulit kepala terasa gatal sehingga membuat Anda ingin keramas setiap hari.
Padahal, Anda tidak perlu keramas setiap hari. Penggunaan sampo memang bertujuan untuk membersihkan kulit kepala dan helaian rambut dari minyak berlebih dan kotoran.
Namun, bila dilakukan terlalu sering justru dapat menghilangkan minyak alami pada kulit kepala. Alhasil, efek keramas setiap hari yang muncul, yakni:
- Rambut kering dan rapuh
- Kerusakan rambut
- Kulit kepala kering dan terasa gatal
- Kerontokan rambut
Untuk itu, para ahli kesehatan rambut tidak menyarankan Anda keramas setiap hari. Bahkan, untuk Anda yang sering berolahraga sekalipun, keramas tiap hari tidak direkomendasikan.
Lantas, kapan dan berapa kali keramas yang baik?
Berbeda dengan bagian tubuh yang perlu dibersihkan setiap hari, rambut dan kulit kepala tidak demikian adanya. Jika Anda bertanya-tanya waktu keramas yang baik berapa kali, jawabannya adalah tidak ada aturan pasti kapan waktu keramas rambut yang tepat.
Pasalnya, aturan mencuci rambut sebenarnya tergantung pada kondisi rambut dan aktivitas sehari-hari Anda. Namun, umumnya para ahli merekomendasikan tiap jenis rambut dapat keramas 2-3 kali dalam seminggu atau tiap 2 hari sekali.
Tak hanya itu, keramas yang baik berapa hari sekali juga tergantung pada faktor yang menentukan berikut ini.
1. Kadar minyak alami pada kulit kepala
Minyak alami pada kulit kepala atau dikenal dengan sebum merupakan penyebab rambut lepek dan berminyak, bahkan kotor. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit kepala, seperti faktor usia, genetik, jenis kelamin, dan lingkungan.
Contohnya, anak-anak dan lansia biasanya tidak memproduksi sebum sebanyak remaja atau orang dewasa antara usia 20-an hingga 30-an. Jadi, walaupun Anda pernah memiliki kulit kepala yang berminyak, area ini akan menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia.
Selain itu, beberapa orang mungkin ada yang kadar minyak pada kulit kepalanya perlu dibersihkan setiap hari. Akan tetapi, ada pula yang kadar minyaknya cukup untuk dibersihkan tiap beberapa hari sekali. Oleh karena itu, Anda mungkin tidak perlu keramas setiap hari walaupun memiliki kulit kepala berminyak.
2. Jenis atau tipe rambut
Jenis atau tipe rambut yang Anda miliki juga menjadi faktor penentu seberapa sering harus keramas. Secara umum, frekuensi keramas dalam seminggu dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Rambut halus, lurus, dan tipis. Tipe rambut ini lebih mudah dilapisi sebum dan lebih cepat terlihat berminyak. Maka dari itu, jenis rambut ini boleh keramas setiap hari agar rambut dapat terjaga kelembapannya.
- Rambut berminyak. Pemilik rambut ini boleh keramas sehari sekali atau 2 hari sekali untuk mencegah tumpukan minyak dan kotoran.
- Rambut kering dan rusak. Orang dengan rambut kering tidak perlu keramas tiap hari, atau bahkan 2 hari sekali. Keramas 5-7 hari sekali dapat merangsang minyak alami pada kulit kepala sehingga rambut dapat terasa lembap.
- Rambut bergelombang, ikal, dan keriting. Anda dianjurkan mencuci rambut tiga hari sekali. Pemilik tipe rambut ini tidak direkomendasikan keramas lebih dari dua kali dalam seminggu guna mencegah kerontokan rambut.
- Rambut normal. Anda bisa mencuci rambut kapan pun yang diinginkan. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa mencuci rambut terlalu sering atau terlalu jarang. Cucilah rambut sesuai dengan kondisi rambut. Hal ini juga tergantung pada aktivitas yang dilakukan hingga cuaca.
- Rambut yang diwarnai. Untuk menjaga warna rambut tahan lama, waktu keramas yang baik sebaiknya tidak terlalu sering. Semakin jarang rambut dicuci, warna rambut semakin tahan lama. Rambut yang diwarnai juga perlu dicuci dengan sampo khusus.
3. Aktivitas harian yang dilakukan
Walaupun sering berolahraga atau melakukan aktivitas yang memicu keringat, bukan berarti Anda membiarkan kondisi rambut begitu saja tanpa mencucinya.
Pasalnya, kondisi ini tetap tergantung pada jenis rambut, tekstur, dan jumlah produksi minyak sehari-hari pada kulit kepala. Selain meningkatkan kadar sebum, keringat yang diproduksi juga dapat mengakibatkan kulit kepala beraroma tidak sedap dan rambut menjadi kotor.
Oleh karena itu, bila Anda merasa tidak nyaman, tak ada salahnya mencuci rambut setelah berolahraga, melakukan pekerjaan yang menyebabkan keringat berlebih, atau mengenakan topi atau helm dalam waktu yang lama.
4. Produk perawatan rambut yang digunakan
Jika Anda sering menggunakan produk perawatan rambut tertentu, sangat direkomendasikan untuk sering-sering keramas.
Pasalnya, penggunaan produk penata rambut, seperti hair spray, dapat membuat residunya menumpuk pada rambut dan kulit kepala. Jika dibiarkan atau tidak dibersihkan, dapat menyebabkan iritasi, ketombe, dan kerusakan rambut.
5. Tumpukan atau residu kotoran
Tak hanya produksi minyak dan keringat, berbagai kotoran, seperti residu, debu, atau polusi dapat menumpuk pada kulit kepala dan rambut sehingga membuatnya tampak kusam.
Bila demikian kondisi yang Anda alami, cobalah sering-sering keramas untuk menjaga kulit kepala dan rambut senantiasa bersih. (*)
Sumber: Sehatq.com
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar