Berebut Berkah Air Gentong Makam Imogiri

BNews–YOGYAKARTA– Makam raja-raja Imogiri Bantul Provinsi Jogjakarta selalu menjadi perhatian bagi masyarakat. Kemarin, saat gentong keramat di komplek Imogiri di kuras, ribuan warga berebut berkah air dari dalam wadah yang terbuat dari tanah liat itu.
Ada empat enceh yang dikuras, yaitu enceh Kiai Mendung dan Nyai Siyem milik makam Raja-Raja Surakarta. Kemudian Enceh Nyai Danumurti dan Kiai Danumaya, milik makam Raja Yogyakarta.
Enceh dibersihkan setahun sekali, yaitu setiap bulan Suro (muharam). Keempat enceh tersebut sampai hari ini dipercaya mendatangkan berkah. Sebab, setiap enceh memiliki sejarah khusus dari kawasan taklukan Sultan Agung (pendiri Mataram). Kiai Mendung misalnya, berasal dari Istanbul, Turki. Nyai Siyem dari Siam (Bangkok, Thailand), Kiai Danumaya dari Samudera Pasai (Aceh), dan Nyai Danumurti dari Palembang.
Kurasan air itu diperebutkan oleh warga. Selain itu, bunga yang ditaburkan pun menjadi rebutan. Pantauan wartawan borobudurnews, ada makanan yang disediakan oleh abdi dalem untuk para pengunjung. Makanan itu terdiri nasi gurih, ingkung ayam, apem, dan beberapa jenis makanan lainnya.
Abdi dalem kraton, Mas Lurah Jogo Wasito mengatakan, mengisi enceh adalah tradisi ritual tahunan yang selalu dilaksanakan setiap Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada bulan Sura, sistem penanggalan Jawa. “Ini tradisi turun temurun yang harus tetap dijaga,”katanya. (nurul)
Foto : edusiana.com


error: Content is protected !!