Kronologi Lengkap Pendaki Ilegal Gunung Merapi, Dari Kalitalang hingga Jurang
- calendar_month Jum, 26 Des 2025

ilustrasi pendaki ilegal Gunung Merapi
BNews–JATENG– Tiga orang pendaki ilegal Gunung Merapi dilaporkan mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian tanpa izin. Dua pendaki berhasil selamat, sementara satu orang lainnya ditemukan meninggal dunia di jurang.
Fakta di lapangan mengungkapkan, ketiganya melakukan pendakian dengan perlengkapan yang sangat minim dan tidak layak.
Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto, menyebut persiapan ketiga pendaki tersebut jauh dari standar keselamatan pendakian gunung.
“Kami temukan fakta, persiapan, perlengkapan, dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung. Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung,” jelas Indiarto dikutip detik, Kamis (25/12/2025) siang.
Indiarto menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu (20/12/2025) ketika tiga pendaki, yakni Farhan, Panji Rizky, dan Aldo; nekat mendaki Gunung Merapi melalui kawasan Kalitalang. Padahal, lokasi tersebut bukan merupakan jalur resmi pendakian.
“Hari Sabtu (20/12) ketiganya naik, tetapi satu orang atas nama Farhan bisa turun Minggu (21/12) di Sapu Angin, Desa Tegalmulyo. Dari Farhan itulah diketahui dua temannya, Panji Rizky dan Aldo, hilang,” tuturnya.
“Dari keterangan Farhan ini kita ketahui ternyata ada tiga orang yang naik ke puncak Gunung Merapi melalui Kalitalang, padahal tidak ada jalur pendakian dari situ. Tapi mereka nekat naik,” lanjut Indiarto.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ketiganya diketahui sempat mencapai area sekitar Pasar Bubrah, dekat puncak Gunung Merapi, sebelum memutuskan turun. Namun, mereka tidak kembali melalui jalur awal pendakian.
“Mereka turun melalui jalur Sapu Angin, tapi di sekitar pos 2, sekitar panel surya, Rizky mengalami kelelahan dan bermalam. Dua orang, Farhan dan Aldo, turun untuk meminta bantuan pertolongan dan mengabari keluarga,” papar Indiarto.
Dalam perjalanan turun tersebut, Farhan dan Aldo ternyata kembali mengambil jalur yang salah.
“Keduanya turun tidak melalui jalur normal Sapu Angin, melainkan mengambil arah ke kiri sampai sekitar gua Jepang,” jelasnya.
Di lokasi tersebut, Farhan dilaporkan terperosok ke jurang sedalam 15 hingga 20 meter.
“Sampai sekitar gua Jepang, Farhan merosot dengan ketinggian 15–20 meter. Akhirnya keduanya berpisah, dan Farhan berhasil mencapai perkampungan,” terang Indiarto.
Berdasarkan laporan Farhan, tim SAR gabungan langsung dibentuk untuk melakukan pencarian sejak Minggu (21/12/2025). Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca ekstrem.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Tantangan hujan deras dan bahkan badai. Tapi Senin (22/12) kita berhasil menemukan Rizky dalam kondisi lemah dan kemudian dibawa ke puskesmas,” ujarnya.
Operasi SAR kemudian dilanjutkan untuk mencari Aldo dengan mengerahkan sekitar 20 SRU (search and rescue unit), serta dukungan drone SAR dari Klaten dan Bantul.
“Bahkan saat evakuasi terakhir korban meninggal juga hujan deras sekali. Lokasi jurang temuan jenazah itu juga jarang dijamah, termasuk warga lokal,” tambah Indiarto.
Koordinator Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur, menegaskan bahwa jalur yang dilalui para pendaki bukan jalur resmi.
“Jadi bukan jalur pendakian, lokasi jarang dijamah pendakian, mungkin warga tapi juga jarang. Sebelumnya di atas jurang itu sudah disisir tapi tidak ditemukan, lokasi temuan jenazah itu lokasi terakhir yang belum disisir,” jelas Subur.
Sebelumnya diberitakan, pendaki ilegal atas nama Aldo Oktawijaya (22) akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
“Betul sudah ditemukan dengan kondisi MD (meninggal dunia),” ungkap Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko, Rabu (24/12/2025) siang.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sarwoko menjelaskan, korban ditemukan di jurang sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso untuk proses pemulasaraan.
“Tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ini jenazah perjalanan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso untuk pemulasaraan,” pungkasnya.
Diketahui, ketiga pendaki tersebut nekat mendaki Gunung Merapi melalui Kalitalang pada Sabtu (20/12/2025) dini hari. Keberhasilan Farhan turun dan meminta pertolongan menjadi titik awal pencarian terhadap Panji Rizky dan Aldo oleh tim SAR gabungan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar