Berikut Titik Nol Jalan Tol Jogja-Bawen yang Lintasi Magelang
- calendar_month Sel, 19 Jul 2022

Kawasan trase jalan tol Jogja Bawen yang lintasi Magelang
BNews–JOGJA-– Diketahui bersama, Proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 sudah dimulai di wilayah Sleman. Dimana di daerah Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dimulai dengan perataan dan pengerasan trase tol.
Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 ini memiliki panjang 8,25 kilometer. Sedangkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan memiliki panjang 76 kilometer dari Yogyakarta hingga Bawen di Kabupaten Semarang.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan melintasi beberapa kota seperti Magelang, Temanggung, Ambarawa hingga Semarang.
Humas PT Jasamarga Jogja Bawen Bannu Subekti membenarkan pengerukan dan pengerasan di wilayah Sleman adalah bagian dari Jalan Tol Yogyakarta-Bawen .
“Iya betul (trase jalan tol),” kata Bannu, Jumat (25/7/2022).
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan memiliki lebar 2×2 lajur dan masing-masing lebar lajur 3,6 meter. Untuk desain konstruksi menggunakan at grade sepanjang 69,51 kilometer dan elevated 6,31 kilometer.
Selain itu ada ada empat simpang susun dan satu junction (persimpangan jalan). Empat simpang susun tersebut, antara lain di simpang susun Ambarawa, simpang susun Temanggung, simpang susun Magelang, serta simpang susun Banyurejo dan terhubung dengan junction di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Itu juga akan terkoneksi juga dengan jalan Tol Yogyakarta-Solo dan bandara YIA di Kulon progo.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dibangun dengan biaya investasi senilai 14,26 triliun.
Untuk Pengadaan lahan senilai Rp 7,7 triliun sehingga totalnya Rp 21,96 triliun.
Ruas jalan tol ini sebagian besar berada di Jawa Tengah dengan panjang 68,17 kilometer.
Sisanya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jalan tol ini terdiri dari enam seksi meliputi Yaitu seksi 1 menghubungkan Sleman -Banyurejo sepanjang (8,25 kilometer).
Disambung seksi 2, Banyurejo-Borobudur (15,26 kilometer).
Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,8 kilometer), Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 kilometer) dan seksi 5 Temanggung-Ambarawa (22,56 kilometer).
Terakhir, seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang (5,21 kilometer).
Pada seksi 1 (Sleman – Banyurejo), ditargetkan mulai beroperasi di awal tahun 2024.
Lajur ini akan terhubung dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta dan juga bandara Yogyakarta International Airport di Junction Sleman.
Kini, di seksi 1 proses pembangunannya telah memasuki tahap penimbunan – pengerasan tanah maupun landclearing.
Pembersihan lahan dan pengerasan ini selain dilakukan di Sanggrahan, terpantau juga mulai dilakukan di Seyegan maupun Banyurejo, Tempel.
Tol Tol Solo-Yogyakarta International Airport
Trase Tol Solo- Yogyakarta International Airport (YIA) adalah satu diantara proyek Tol Yogyakarta-Bawen dan Tol Yogyakarta-Solo.
Tol Solo-Yogyakarta International Airport itu akan memiliki panjang 38,5 kilometer, targetnya adalah beroperasi 2025.
Trase Tol Solo-Yogyakarta International Airport dibangun dengan melintasi 6 kapanewon dan 17 kalurahan.
Wilayah yang masuk daftar diantaranya adalah Kapanewon Sentolo (Kalurahan Banguncipto dan Kaliagung), Kapanewon Nanggulan (Kalurahan Donomulyo), Kapanewon Pengasih (Kalurahan Pengasih, Karangsari dan Sendangsari).
Kemudian Kapanewon Wates (Kelurahan Wates), Kapanewon Temon (Kalurahan Kulur, Kaligintung, Temon Wetan, Temon Kulon, Karangwuluh, Sindutan, Kebonrejo dan Janten) serta Kapanewon Kokap (Kalurahan Hargorejo dan Hargomulyo).
Tol Solo-Yogyakarta International Airport dibuat di atas tanah dan dibangun sejajar dengan rel Kereta Api.
Hanya saja jika ada titik pertemuan dengan rel, jalan tol itu akan dibuat elevated atau melayang.
Direktur Teknik PT Jogja Solo Marga Makmur, Pristi Wahyono mengatakan, jalan tol Solo-YIA akan dilengkapi 3 exit tol yang berada di Sentolo, Wates dan Yogyakarta International Airport (YIA).
Soal trase Tol Solo-Yogyakarta International Airport kini sudah selesai namun asih menunggu proses diterbitkannya izin penetapan lokasi (IPL).
“Pembangunan jalan tol di DIY ada 2 seksi, IPL yang di Sleman sudah keluar namun yang di Kulon Progo belum karena saat pengajuan kita juga ada keterlambatan,” katanya saat ditemui usai audiensi tertutup di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (14/7/2022).
Soal 3 exit tol yang berada di Sentolo, Wates dan YIA, pembangunan akan mendahulukan Wates dan YIA.
Sedangkan exit tol Sentolo dari kajian analisa trafiknya sangat kecil sehingga dibuat terakhir.
Untuk rencana pembebasan lahan di Kulon Progo dilakukan akhir tahun ini sampai dengan akhir 2023.
Jika sudah selesai malan waktu perjalanan ke bandara hanya membutuhkan waktu 30 menit. (*/tribun)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar