Korban Hoax, Pasar Muntilan Makin Sepi

BNews—MUNTILAN— Dampak pembatasan sosial mulai dirasakan oleh sejumlah pedagang. Mereka mengeluhkan penurunan pendapatan.

Seperti yang dialami oleh para pedagang di Pasar Muntilan.  “Sepi, akibat pembeli takut Corona,” kata salah satu pedagang Pasar Muntilan, kemarin.

Menurut Tutik, sebelum ada Corona aktivitas perdagangan selalu ramai dan sibuk melayani pembeli hingga menjelang tutup pasar pukul 18.00 WIB. Namun, saat ini pasar yang dibuka pada bulan April 2019 ini sangat sepi.

Hanya satu dua orang saja yang terlihat masuk ke Pasar. Sementara lorong kios dan los sepi karena beberapa diantaranya tutup.

Kondisi itu diikuti menurunnya omzet hasil jualan aneka makanan khas Magelang yang sudah dilakoni Tuti 10 tahun terakhir. Ia mengaku saat ini turun drastis, sekitar 70 persen.   “Dulu sampai kewalahan menjual, sekarang lebih banyak duduk-duduk,” ujarnya.

Bahkan, pengaruh kabar berita hoax yang tersebar di masyarakat semakin membuat pasar Muntilan bertambah sepi.  “Kabar tersebar pasar mau tutup ketika ada info Corona. Itu bertepatan dengan penutupan (candi) Borobudur,” terang salah satu petugas Keamanan Pasar Muntilan, Juwarno.

Dari 3.000 lebih pedagang pedagang los dan kios, lanjut Juwarno, juga banyak yang memilih tutup. Selain sepi pembeli, kondisi kekhawatiran terpapar Corona juga menjadikan para pedagang memilih di rumah untuk istirahat. “Lantai dua pakaian sepatu aksesoris pada tutup,” ujarnya.

Loading...

Upaya antisipasi penyebaran virus Corona  sudah dilakukan secara mandiri oleh paguyuban pedagang pasar. Mereka melakukan penyemprotan Disinfektan. (wan/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: