Bermula dari Mimpi, Warga Muntilan Bertekad Bangkitkan Masjid Jaman Mataram yang Terkubur

BNews—MUNTILAN— Sebuah mimpi yang dirasakan Zaenal Mustofa, warga Dusun Kolosendang Desa Ngawen Kecamatan Muntilan memberikan petunjuk. Berkali kali dalam mimpinya dia seolah diminta menggali sebuah tanah.

“Sejak 15 tahun lalu, saya mendapat isyarat (mimpi) beberapa kali untuk mengangkat masjid dibawah tanah ini dan dibangun kembali. Namun waktu itu hanya saya tampung dan belum di tindak lanjuti,” kata dia, disela-sela tasyakuran kemarin.

Dia menjelaskan, sebenarnya dari warga sendiri secara turun temurun telah mempercayai adanya bangunan masjid yang tertimbun tersebut. Namun warga masih merasa takut untuk menggali rangka bangunan tersebut.

Setelah dilakukan musyawarah Warga Dusun Kolosendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan Magelang sepakat menggali rangka kayu sebuah bangunan yang tertimbun tanah, pada Jumat (9/10/2020). Diduga bangunan ini merupakan masjid peninggalan Kyai Raden Santri. Jaman Mataram.

Penggalian sendiri dilakukan secara swadaya masyarakat Dusun Kolosendang. Mereka bergotong royong menggali tanah persawahan milik salah satu warga dusun tersebut. Sekitar kedalaman 2,5 hingga 3 meter, rangka kayu berhasil ditemukan dan kemudian diambil untuk diamankan.

Lebih lanjut, Mustofa mengungkapkan bahwa konon pemilik tanah sempat menggali tanah tersebut dan menemukan rangka bangunan masjid tersebut.

“Dulu sekitar lebih dari 20 tahun lalu, pemilik tanah ini sempat menggali. Beliau berencana membuat sumur dan malah menemukan kayu tersebut. Kemudian kayu dibawa pulang ke rumah namun hilang,” papar dia.

Loading...

”Setelah itu, tanah yang sempat digali itu, oleh pemilik tanah ditutup kembali dan baru kali ini, kami bisa menggali lagi,” sambungnya.

Sementara itu, pemilik tanah, Wigati, 42, mengatakan bahwa awal mula tanah tersebut milik ayahnya, Dirjo Suparto yang telah meninggal tahun 2018 lalu. Sang ayah lah yang dulu sempat menggali dan menemukan kayu tersebut.

”Saya tidak begitu paham karena waktu itu, saya masih kecil ya masih sekolah dasar dan bapak saya juga tidak menceritakan apa-apa,” ungkapnya.

Terkait penggalian di tanah miliknya tersebut, Wigati mengaku bahwa ia tidak keberatan. Asalkan nantinya setelah semua rangka berhasil diambil, kemudian galian tersebut ditutup kembali.

Kepala Desa Ngawen, Daru Hapsari menambahkan, dengan ditemukannya rangka tersebut membuktikan bahwa masjid dibawah tanah tersebut bukan sekedar mitos belaka. Melainkan benar-benar ada.

”Saya asli warga sini, ini cerita dari nenek moyang dan hari ini terbukti. Ini nanti bisa jadi cagar budaya,” kata dia.

Dia menjelaskan, usai penggalian tersebut direncanakan masjid tersebut akan dibangun kembali. Untuk lokasi pembangunan kembali, jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi penggalian tersebut. 

”Lokasinya nanti tak jauh dari Sendang Manis Kolokendang yang merupakan petilasan atau peninggalan dari Kyai Raden Santri,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: