Bertemu Eks Napiter, Ganjar Apresiasi Bisnis Lele Yang Dikembangkannya

BNews—JATENG—Mantan narapidana terorisme biasanya diselimuti stigma negatif masyarakat. Namun hal tersebut tak nampak pada Sri Pujimulyo Siswanto yang merupakan eks napiter dengan kasus menyembunyikan pelaku Bom Bali, Noordin M Top dan Dr Azhari.

Ia bersama teman-teman eks napiter yang tergabung dalam Yayasan Persadani, bahu membahu mengembangkan bisnis yakni budidaya lele. Bisnis tersebut berada di Sumur Adem IV Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk.

Menggunakan lahan milik warga, Sri Puji dan teman-temannya mencoba budidaya lele. Bahkan ke depan, mereka berencana membuat tempat makan tengah sawah, dengan menu lele yang dibudidayakan itu. Lahan itu milik warga, dan sudah diizinkan untuk keperluan itu.

Pemandangan itulah yang disaksikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi lokasi budidaya lele yang dikembangkan para eks napiter tersebut pada Minggu (20/12/2020). Menurutnya, suasana itulah yang diharapkan terjadi di seluruh masyarakat Jawa Tengah.

”Ini contoh yang bagus, bagaimana eks napiter ini bisa kembali diterima masyarakat. Pak RT mendukung, pengusaha dan masyarakat mendukung, akhirnya mereka diterima, saling bantu bahkan bisnis bareng. Narasi-narasi positif inilah yang harus kita gaungkan,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, ada dua persoalan eks napiter bisa kembali pada masyarakat setelah bertobat. Pertama adalah tingkat penerimaan masyarakat, dan kedua sektor ekonomi.

”Tapi di sini semuanya jalan, saya terimakasih karena masyarakat mau menerima, masyarakat nggak takut dan teman-teman eks napiter ini juga ketika masuk sudah tidak tertutup lagi. Mereka sudah terbuka, yang biasanya melotot, sekarang tertawa bersama,” jelasnya.

Usai masalah penerimaan masyarakat dan ekonomi selesai, Ganjar berharap para eks napiter tersebut bisa menjadi juru bicara yang mengedukasi masyarakat agar tidak terjerumus dalam bidang yang sama.

”Ngebom ndak boleh, bunuh orang nggak boleh apalagi fitnah. Saya mengapresiasi dan pasti akan memberikan dukungan pada program-program ini,” ujar dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sri Pujimulyo Siswanto mengatakan bahwa inisiasi budidaya lele bersama eks napiter dan masyarakat sekitar dimulai sejak 2019 lalu. Sejak saat itu, kolam lele dengan kapasitas sekitar 7500 ekor itu sudah panen satu kali.

”Panen pertama tidak kami jual, tapi kami bagikan pada masyarakat. Ini mau panen kedua, dan kami berencana membuka kuliner Lele Sawah dengan membangun saung di sekitar lahan ini,” kata dia.

Tak hanya untuk mencukupi ekonomi, Kata Sri Puji, Langkah itu juga sebagai metode mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan budidaya lele itu, pergaulan dan interaksinya dengan masyarakat sekitar semakin cair.

“Kalau hanya duduk ngobrol saja tidak akan nyambung. Dengan kegiatan semacam ini, menjadi lebih akrab dengan masyarakat. Suasana jadi cair dan semua saling menerima serta memahami,” pungkasnya. (lhr/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: