Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » BPK Soroti Penanganan TBC di Kabupaten Magelang, Temukan Sejumlah Kelemahan

BPK Soroti Penanganan TBC di Kabupaten Magelang, Temukan Sejumlah Kelemahan

  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026

BNews-MAGELANG — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang; untuk memperkuat perencanaan, pendataan, serta integrasi lintas sektor dalam upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC).

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan TBC; Tahun Anggaran 2024 dan 2025 (hingga Triwulan I) yang digelar di Gedung BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (20/1/2026).

Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan kinerja menunjukkan masih; terdapat sejumlah kelemahan yang berpotensi menghambat efektivitas penanganan TBC di Kabupaten Magelang apabila tidak segera ditindaklanjuti.

“Penanganan TBC memerlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari perencanaan, pendataan kasus; hingga pelaksanaan program yang terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Ahmad Lutfi menjelaskan, pemeriksaan kinerja tersebut merupakan bagian dari dukungan BPK terhadap program nasional penuntasan TBC.

Kabupaten Magelang ditetapkan sebagai salah satu daerah sampel untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah; melaksanakan upaya penanggulangan TBC secara sistematis serta sesuai dengan regulasi dan praktik terbaik yang berlaku.

Dalam rekomendasinya, BPK meminta Pemkab Magelang untuk menyusun dan memperkuat dokumen perencanaan penanganan TBC; termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, BPK juga menekankan pentingnya peningkatan sinergi antar; organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam program penanggulangan TBC.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menanggapi rekomendasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kinerja BPK akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.

Ia menyampaikan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus direncanakan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Dengan adanya pemeriksaan kinerja ini, kami didorong untuk memperbaiki tata kelola penanganan TBC agar lebih terarah, sistematis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Adi.

Adi berharap, melalui perbaikan berkelanjutan serta penerapan praktik terbaik dari daerah lain, upaya penanganan TBC di Kabupaten Magelang dapat semakin optimal dan selaras dengan target nasional penuntasan TBC. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less