Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bukan Hanya Nama Candi, Ini Deretan Usaha yang Memakai Nama Borobudur Sebagai Brand

Bukan Hanya Nama Candi, Ini Deretan Usaha yang Memakai Nama Borobudur Sebagai Brand

  • calendar_month 18 menit yang lalu

BNews-MAGELANG — Nama Borobudur selama ini identik dengan candi Buddha yang menjadi salah satu warisan budaya dunia. Namun, popularitas nama tersebut ternyata juga dimanfaatkan sebagai identitas berbagai usaha.

Mulai dari hotel, restoran, kedai kopi, toko kerajinan, hingga usaha bakery, nama Borobudur digunakan sebagai bagian dari nama komersial. Sebagian berada di sekitar Candi Borobudur, sementara lainnya menggunakan nama Borobudur sebagai identitas bisnis meski lokasinya berada di luar kawasan candi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa nama Borobudur telah berkembang menjadi sebuah brand yang memiliki daya tarik kuat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berikut sejumlah usaha yang menarik untuk ditelusuri.

  1. Hotel Borobudur, Penginapan di Dekat Candi

Salah satu usaha yang secara langsung menggunakan nama Borobudur adalah Hotel Borobudur di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Hotel ini berada di Jalan Pramudyawardhani, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur. Lokasinya berada di kawasan yang sangat dekat dengan destinasi utama Candi Borobudur.

Nama “Borobudur” pada hotel ini tentu memiliki keterkaitan erat dengan lokasi dan pasar wisatawan yang datang ke kawasan candi.

Keberadaan usaha akomodasi dengan nama Borobudur menunjukkan bagaimana nama destinasi wisata digunakan sebagai bagian dari identitas komersial untuk memperkuat daya tarik dan kemudahan dikenali wisatawan.

  1. Borobudur Coffee Roastery di Kota Magelang

Nama Borobudur juga digunakan oleh usaha di sektor kopi.

Borobudur Coffee Roastery merupakan usaha yang bergerak di bidang coffee roastery, kedai kopi, toko kopi, dan perdagangan kopi. Usaha ini berada di Jalan Cempaka, Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang.

Menariknya, usaha ini tidak berada tepat di Kecamatan Borobudur. Namun, nama Borobudur digunakan sebagai identitas bisnis kopi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa nama Borobudur memiliki nilai branding yang cukup kuat bahkan di luar kawasan candi.

Dalam konteks pariwisata, penggunaan nama destinasi terkenal untuk produk kopi juga memiliki keterkaitan dengan citra Magelang sebagai salah satu wilayah penghasil kopi dan destinasi wisata.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. Borobudur Silver, Usaha Kerajinan Perak

Nama Borobudur juga digunakan dalam bisnis kerajinan dan perhiasan.

Borobudur Silver merupakan usaha yang bergerak di bidang perhiasan dan kerajinan, serta berada di Jalan Raya Borobudur, Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Usaha ini menarik karena menggunakan dua identitas sekaligus: Borobudur sebagai nama merek dan Borobudur sebagai nama kawasan wisata.

Produk kerajinan seperti perhiasan dan cendera mata memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Karena itu, penggunaan nama Borobudur dapat menjadi strategi branding untuk menghubungkan produk dengan wisatawan yang berkunjung ke Magelang.

  1. Borobudur Silver Resto, Kuliner dengan Nama Borobudur

Tidak jauh dari Borobudur Silver, terdapat pula Borobudur Silver Resto yang bergerak di bidang kuliner.

Restoran ini berada di kawasan Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Nama “Borobudur Silver Resto” menarik karena membawa identitas yang sama dengan usaha kerajinan Borobudur Silver. Ini menjadi contoh bagaimana nama Borobudur dapat digunakan untuk membangun identitas usaha yang menggabungkan sektor kerajinan, pariwisata, dan kuliner.

Bagi wisatawan, keberadaan usaha semacam ini memperlihatkan bahwa pengalaman berwisata di kawasan Borobudur tidak berhenti pada kunjungan ke candi, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan ekonomi pendukung.

  1. Borobudur Bakery di Sleman

Penggunaan nama Borobudur ternyata tidak hanya ditemukan di Magelang.

Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat usaha bernama Borobudur Bakery yang bergerak di bidang bakery.

Usaha tersebut berada di kawasan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Lokasinya memang tidak berada di Kabupaten Magelang. Namun, penggunaan nama Borobudur sebagai bagian dari nama usaha menunjukkan bahwa nama tersebut memiliki daya tarik sebagai identitas komersial yang dikenal luas di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Hal ini juga tidak terlalu mengherankan mengingat Yogyakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan menuju Borobudur.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. Kopi Borobudur & Roastery

Di kawasan Kecamatan Borobudur sendiri terdapat usaha bernama Kopi Borobudur & Roastery.

Usaha ini berada di wilayah Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Berbeda dengan Borobudur Coffee Roastery di Kota Magelang, usaha ini berada langsung di kawasan Borobudur.

Penggunaan nama “Kopi Borobudur” menjadi menarik karena menggabungkan identitas destinasi dengan komoditas kopi.

Bagi wisatawan, kopi lokal dapat menjadi salah satu bentuk oleh-oleh sekaligus pengalaman kuliner yang menghubungkan produk dengan daerah tujuan wisata.

  1. Alif’s Bakery n Cookies Cabang Borobudur

Sektor bakery juga memiliki usaha yang secara khusus menggunakan identitas lokasi Borobudur.

ALIF’s Bakery n Cookies Cabang Borobudur berada di Jalan Samaratungga, wilayah Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Penggunaan kata “Cabang Borobudur” pada nama usaha menjadi penanda lokasi sekaligus strategi pemasaran. Wisatawan yang mencari oleh-oleh makanan atau produk bakery di sekitar destinasi dapat lebih mudah mengenali cabang tersebut.

Nama Borobudur dalam kasus ini berfungsi sebagai identitas geografis sekaligus identitas pasar wisata.

  1. Caping Resto Borobudur

Usaha kuliner lain yang menggunakan nama Borobudur adalah Caping Resto Borobudur.

Restoran ini berada di kawasan Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Nama Borobudur menjadi bagian dari identitas usaha yang bergerak di sektor kuliner.

Keberadaan restoran dengan nama Borobudur juga memperlihatkan perkembangan kawasan sekitar candi sebagai pusat kegiatan ekonomi wisata. Wisatawan tidak hanya membutuhkan tempat untuk menginap, tetapi juga restoran dan tempat makan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. De Borobudur Hotel di Kawasan Mendut

Nama Borobudur juga digunakan oleh De Borobudur Hotel.

Hotel tersebut berada di Jalan Mayor Kusen, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Lokasinya berada di kawasan sekitar Candi Mendut dan jalur menuju Borobudur.

Penggunaan kata “Borobudur” pada nama hotel ini menunjukkan bagaimana nama destinasi utama digunakan untuk memperkuat identitas akomodasi di kawasan wisata Borobudur.

Secara geografis, hal ini juga menarik karena nama Borobudur digunakan sebagai bagian dari nama usaha yang berada di luar Desa Borobudur.

  1. Hotel Borobudur Jakarta, Nama Borobudur di Ibu Kota

Penggunaan nama Borobudur bahkan tidak berhenti di kawasan Magelang.

Di Jakarta terdapat Hotel Borobudur Jakarta, hotel bintang lima yang berada di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Menurut sejarah perusahaan pengelolanya, PT Jakarta International Hotels & Development Tbk, perjalanan bisnis perusahaan tersebut bermula pada 1969 dan berkaitan dengan pembangunan Hotel Borobudur Inter-Continental, yang kemudian dikenal sebagai Hotel Borobudur Jakarta. Hotel tersebut diresmikan pada 23 Maret 1974.

Hotel ini menjadi salah satu contoh paling menarik bagaimana nama Borobudur digunakan sebagai nama komersial berskala nasional, bahkan untuk sebuah hotel yang berada ratusan kilometer dari Candi Borobudur.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Nama Borobudur dalam konteks ini tidak menunjukkan lokasi hotel, tetapi menjadi bagian dari identitas dan sejarah merek.

  1. Nama Borobudur Menjadi Identitas Ekonomi Pariwisata

Jika diperhatikan, usaha-usaha yang memakai nama Borobudur memiliki karakter yang cukup beragam.

Ada yang bergerak di bidang:

  • Perhotelan.
  • Restoran.
  • Kedai kopi.
  • Pengolahan dan perdagangan kopi.
  • Bakery dan makanan.
  • Kerajinan perak.
  • Perhiasan.
  • Oleh-oleh.
  • Jasa pariwisata.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menunjukkan luasnya ekosistem usaha di kawasan destinasi Borobudur. Dalam basis data sertifikasi SNI CHSE, terdapat ratusan properti atau usaha yang terdata dalam destinasi Borobudur, mulai dari hotel, restoran, hingga daya tarik wisata.

Namun, perlu dibedakan antara usaha yang menggunakan kata “Borobudur” sebagai bagian dari nama merek dan usaha yang berada di wilayah administratif Borobudur. Tidak semua usaha di Kecamatan Borobudur memakai kata Borobudur dalam nama usahanya, begitu pula sebaliknya.

Nama Borobudur, Antara Lokasi dan Branding

Penggunaan nama Borobudur oleh berbagai pelaku usaha menunjukkan bahwa sebuah situs warisan budaya dapat memberikan pengaruh ekonomi yang jauh lebih luas.

Nama Borobudur telah menjadi semacam identitas geografis sekaligus brand pariwisata.

Bagi usaha yang berada di sekitar candi, nama Borobudur dapat membantu menunjukkan lokasi. Sementara bagi usaha di luar kawasan tersebut, nama Borobudur dapat digunakan untuk membangun asosiasi dengan pariwisata, budaya, sejarah, dan citra destinasi kelas dunia.

Yang menarik, penggunaan nama ini tidak terbatas pada satu sektor.

Dari Hotel Borobudur Jakarta di ibu kota hingga Kopi Borobudur & Roastery di kawasan perbukitan Borobudur, nama tersebut memiliki beragam wajah.

Bahkan, di Magelang sendiri, nama Borobudur dapat ditemukan pada usaha kopi, hotel, restoran, bakery, hingga bisnis kerajinan.

Jadi, Borobudur ternyata bukan hanya nama sebuah candi. Nama tersebut juga telah menjadi bagian dari denyut ekonomi, pariwisata, kuliner, dan industri kreatif di berbagai tempat. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less