BPPTKG Update Data Terbaru Merapi, Potensi Bahaya Sisi Selatan dan Barat 7 KM
- calendar_month Kam, 27 Jan 2022

ERUPSI: Gunung Merapi menyeluarkan lava pijar. (foto: ist)
BNews–JOGJA– Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menyampaikan hasil evaluasi aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih berstatus siaga atau level III.
Badan Geologi mengubah rekomendasi potensi bahaya guguran lava dan awan panas di 3 sungai di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang awalnya 5 Km menjadi 7 Km.
“Perubahan topografi lereng akibat aktivitas erupsi berpengaruh kepada potensi bahaya guguran dan awan panas berikutnya. Untuk itu perlu dilakukan pemutakhiran penilaian bahaya guguran dan awan panas menggunakan data topografi terbaru,” kata Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono dalam keterangan tertulis yang dibagikan BPPTKG, pada Rabu (26/1).
Fase erupsi efusif Merapi diketahui dimulai sejak 4 Januari 2021. Hal ini ditandai dengan munculkan kubah lava di tebing puncak sektor barat daya dan di tengah kawah.
“Saat ini fase erupsi Gunung Merapi sudah berlangsung lebih dari satu tahun dengan sifat erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava dan pembentukan guguran lava dan awan panas,” ucap Eko.
Sebelumnya, pada rekomendasi bahaya 25 Juni 2021, daerah bahaya guguran lava dan awan panas berada pada sektor selatan-barat daya yaitu meliputi Sungai Boyong, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 5 Km dari puncak.
Lalu pada sektor tenggara yaitu Sungai Woro rekomendasi bahaya sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Dengan menggunakan data topografi terbaru, hasil pemodelan menunjukkan apabila kubah lava barat daya longsor secara masif, maka akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 6,3 Km dan ke Sungai Boyong sejauh 3,9 km,” jelas Eko.
Kemudian kubah lava tengah apabila longsor secara masif maka awan panas guguran bisa mencapai jarak 5 Km ke arah Sungai Gendol dan mencapai sejauh 3 Km ke arah Sungai Woro.
Oleh karenanya, mempertimbangkan kondisi terkini Badan Geologi memberikan rekomendasi bahwa Gunung Merapi tetap dalam tingkat siaga atau Level III.
Kemudian potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dengan jarak maksimal 5 km ke arah Sungai Boyong dan sejauh 7 Km ke arah Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng.
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat Daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 Km,” katanya.
Sedangkan pada sektor tenggara potensi bahwa guguran lava dan awan panas tetap sama yaitu meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Serta jika ada letusan eksplosif mala letusan bisa menjangkau radius 3 km.
“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” katanya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Berdasarkan data pemantauan 2021, teramati guguran lava/rockfall (RF) sebanyak 61.446 kali dan awan panas guguran (APG) sebanyak 424 kali.
“Aktivitas dominan bersumber dari Kubah Barat Daya. Arah luncuran RF dan APG pada awal aktivitas, yaitu Januari-awal Juli 2021, dominan ke Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 3,2 km. Kemudian terjadi perubahan arah luncuran hingga saat ini ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 3 km,” jelasnya.
“Sedangkan aktivitas pada kubah tengah kawah, di akhir Juni terjadi RF dan AP ke arah tenggara; yaitu Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 3 km,” tutur Eko.
Saat ini, kubah lava tengah kawah dan barat daya diketahui terus tumbuh. Dari hasil pengamatan laju tumbuh rata-rata masing-masing sebesar 5.000 m3/hari dan 10.000 m3/hari.
“Pada tanggal 20 Januari 2022 volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 m3; dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3,” jelasnya.
Dari hasil analisis data drone serta kamera DSLR, tampak bahwa kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil. Bahwa saat ini sumber RF dan APG berada di bagian kiri kubah lava barat daya. Kubah itu merupakan ekstrusi magma saat ini. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar