Perempuan yang Kabur Dengan Sang Mantan Setelah 3 Minggu Menikah Telah Pulang

BNews–NASIONAL– Salamah Adawiyah (18), perempuan asal Kampung Pamoyanan Girang, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi yang sempat dikabarkan hilang, dinyatakan sudah kembali ke rumahnya.

Perempuan yang baru menikah selama tiga minggu ini dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak empat hari yang lalu. Kapolsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota AKP Dedi Suryadi mengatakan, perempuan itu pulang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

“Sudah pulang,” ujar Dedi (12/10/2022).

Pihaknya menduga kepergian SA didasari atas permasalahan keluarga. Namun dia tak menjelaskan rinci terkait masalah yang dialami SA.

“Dugaannya ada masalah keluarga dan masalah pribadi,” tuturnya.

Dia mengatakan, pihak kepolisian akan memberikan pembinaan agar SA tak mengulang perbuatannya lagi. Terkait laporan, kata dia, pihak keluarga memang datang ke Polsek Sukaraja namun tidak membuat laporan polisi, hanya meminta bantuan saja.

“Keluarga ada ke kantor tapi tidak buat laporan, hanya minta bantuan ke Polsek. Pada intinya sudah pulang, nanti kalau sudah ada informasi diinfokan,” tutupnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Salamah yang menghilang beberapa hari lalu, ternyata dibawa oleh sang mantan kekasih ke daerah Cikeas, Kabupaten Bogor. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 09 Memen Supendi.

“Hasil keterangan dibawa ke Bogor, ke Cikeas oleh mantan kekasihnya. Pelaku ini orang Tasikmalaya,” kata Memen.

Dia mengatakan, keluarga, suami dan Salamah beserta pelaku sudah melakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Keduanya diduga pergi tanpa izin dan mengkhawatirkan berbagai pihak terutama sang suami.

“Mereka mengakui kesalahannya, laki-laki dan perempuannya. Tidak akan melakukan kembali. Istrinya sekarang kembali ke suaminya, dari keluarga siap menerima kembali. Hasil keterangan mereka khilaf saja, tidak berbuat seperti itu lah,” ujarnya.

Memen mengatakan, mantan kekasih SA merupakan warga Tasikmalaya yang bekerja di Bogor. Pihaknya menegaskan akan memberikan sanksi jika mereka melanggar surat perjanjian yang sudah disepakati bersama.

“Untuk pelaku adapun kalau mengulangi lagi kita akan jebloskan langsung dan tidak akan ada toleransi lagi. Laki-lakinya sudah pulang, mereka juga nangis, merasa bersalah,” ucapnya.

Meski terbilang menikah di usia muda, Memen memastikan Salamah dan suaminya menikah secara sah di mata negara. “Nikah resmi secara negara dan tercatat. Menikah di Sukamekar,” tutupnya. (*/detik)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!