Bukit GG Salaman, Agro Eduwisata Cocok Jadi Tujuan Belajar dan Rekreasi

BNews—SALAMAN— Ada yang unik pada sektor pertanian di Desa Kalirejo Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Warga setempat memadukan kearifan lokal dengan wisata alam berupa hamparan sawah.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas mengatakan, desa tersebut mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen Pangan sebesar Rp180 juta.

Bantuan tersebut untuk pengembangan Agro Eduwisata (AEW), mulai dari budi daya tanaman, ternak, budaya dan spot swafoto di kawasan yang oleh warga disebut sebagai puncak bukit GG.

”Dari 59 lokasi yang diajukan tahun 2020, Desa Kalirejo yang terpilih mendapat bantuan karena sudah ada embrio wisata itu,” kata Ade, Sabtu (17/4/2021). Dilansir dari Beritamagelang.

Dia menyebut, puncak Bukit GG menawarkan pemandangan menawan. Pengunjung dapat melihat hamparan sawah unik berbentuk terasering di antara gugusan perbukitan Menoreh.

”Sesekali kabut menutupi sebagian area sawah dan ladang hutan Menoreh ini,” ujar dia.

Lebih lanjut, Ade memaparkan bahwa pertanian di lereng Menoreh ini menerapkan sistem tadah hujan. Secara turun temurun pola pertanian tersebut dipertahankan melalui pengolahan tanah ekstra demi menjaga kelembaban tanah. Produktivitas pertanian Desa Kalirejo setiap musim mampu bersaing dengan daerah lain.

Bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang jenis padi yang ditanam pada musim kali ini adalah varietas Mikongga.  ”Luas lahan pertanian tadah hujan yang sukses panen raya mencapai 40 hektar lebih,” ungkapnya.

Ladang sawah yang subur itu menjadi berkah bagi warga Desa Kalirejo. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan, warga rutin menggelar tradisi wiwitan setiap menjelang panen padi. Hasil panen padi itu kemudian dijual dan sebagian lagi mereka simpan dalam lumbung sebagai tabungan mengantisipasi musim paceklik.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Kasi Kesra Desa Kalirejo Sutajib mengatakan, di kawasan tersebut terdapat beberapa wahana. Seperti jembatan bambu sepanjang 40 meter, spot selfi di sawah, saung gubuk di antara tanaman padi.

Selain itu pengunjung juga bisa belajar ternak kelinci, dan pembuatan aneka suvenir di antara puluhan homestay yang sudah tersedia.

”Hal ini tak lepas dari sinergi BUMDes, kelompok tani, dan Pokdarwis Margo Mulyo Desa Kalirejo yang sudah menata Bukit GG ini lebih cantik. Serta adanya program Eduwisata dari Dinas Pertanian Kabupaten Magelang,” kata dia.

Selain tanaman padi, kata Sutajib, sekitar 1.570 kepala keluarga dari 5.000 jiwa lebih warga Desa Kalirejo juga akrab dengan bahan pangan tradisional dari umbi-umbian seperti berut, gembili, nasi jagung dan lain lain.

“Semua bahan makanan alternatif yang biasa disebut warga setempat polo kependem itu menjadi sajian menu khas bagi wisatawan bukit GG,” ujarnya.

Dia pun berharap, AEW Desa Kalirejo lebih dikenal dunia luar. Terlebih untuk warga perkotaan yang merindukan suasana kenyamanan pedesaan, dikelilingi perbukitan Menoreh dan keramahan warga masyarakatnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: