Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Curhat Buruh Soal PHK dan Pesangon, Ahmad Luthfi Beri Respons Tegas Jelang May Day

Curhat Buruh Soal PHK dan Pesangon, Ahmad Luthfi Beri Respons Tegas Jelang May Day

  • calendar_month 32 menit yang lalu

BNews-JATENG- Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar dialog bersama buruh dan pekerja guna menyerap berbagai aspirasi.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam agenda silaturahmi dan dialog dengan serikat buruh dan serikat pekerja di Truntum Gama, Kota Semarang, Senin (27/4/2026). Acara ini dihadiri perwakilan dari 78 serikat pekerja dan serikat buruh di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan disampaikan para buruh, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon yang belum dipenuhi perusahaan, hingga isu kesejahteraan pekerja. Ahmad Luthfi pun menanggapi satu per satu aspirasi yang disampaikan.

Pada kesempatan itu, menjelang May Day 2026, Luthfi juga mengajak para buruh untuk memperingati hari buruh dengan kegiatan yang konstruktif serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri. Yaitu dengan cara menjaga hubungan industrial yang kondusif,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, kegiatan konstruktif sangat penting untuk membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah. Terlebih di tengah dinamika kondisi global yang turut berdampak hingga ke daerah, termasuk Jawa Tengah.

Menurutnya, kondusivitas wilayah, serta jaminan keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Hal ini pula yang menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan investor.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Begitu tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu,” jelasnya.

Selain faktor kondusivitas, kemudahan dan kecepatan perizinan juga menjadi syarat penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mengawal seluruh proses perizinan investasi, sekaligus memperbanyak kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus guna meningkatkan daya tarik investasi.

Ahmad Luthfi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta upah tenaga kerja yang kompetitif. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terhubung dengan kebutuhan industri.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT), serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp88,5 triliun, terdiri dari Rp50,86 triliun penanaman modal asing (PMA) dan Rp37,64 triliun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara itu, investasi pada sektor usaha mikro kecil (UMK) mencapai Rp21,52 triliun, sehingga total investasi pada 2025 sebesar Rp110,02 triliun.

“Sekitar 340 ribu tenaga kerja kita terserap industri sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran terbuka,” ungkapnya.

Tingginya investasi tersebut turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen pada 2025.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula sosialisasi program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menyasar anggota serikat pekerja dan serikat buruh, dengan fasilitasi dari Bank Jateng dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perakim) Jawa Tengah.

“Harapannya nanti disosialisasikan dan ditindaklanjuti untuk anggota serikat pekerja dan serikat buruh, sehingga dapat mengakses perumahan dari program pemerintah tersebut,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less