Cuaca Panas Meningkatkan Risiko Penularan Malaria
- calendar_month Jum, 27 Okt 2023

Nyamuk Malaria menghisap darah manusia. (Foto: Internet)
BNews-KESEHATAN- Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang disebut plasmodium. Untuk terinfeksi penyakit ini, seseorang harus digigit oleh nyamuk betina Anopheles yang terinfeksi parasit tersebut. Nyamuk inilah yang kemudian menularkan malaria dari satu orang ke orang lain.
Siapa pun bisa tertular penyakit ini, namun mayoritas kasus terjadi di daerah-daerah dengan karakteristik tertentu. Salah satunya adalah negara-negara dengan suhu tinggi dan cuaca panas. Nah, bagaimana sebenarnya cuaca panas berpengaruh terhadap potensi terjadi malaria? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!
Mengapa Malaria Lebih Rentan Terjadi saat Cuaca Panas?
Seseorang bisa terinfeksi malaria jika mereka berada di negara dengan kasus malaria. Mereka juga dapat membawa penyakit ini kembali ke negara asal jika mereka terinfeksi malaria di negara tersebut.
Parasit plasmodium yang menyebabkan penyakit ini paling banyak ditemukan di bagian dunia seperti:
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
- Afrika sub-Sahara.
- Asia Tenggara dan Asia Selatan.
- Kepulauan Pasifik.
- Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian Utara.
Salah satu faktor mengapa negara-negara di daerah ini memiliki risiko malaria yang lebih tinggi adalah iklimnya yang lebih panas. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa suhu dapat mempengaruhi peningkatan kasus malaria.
Parasit plasmodium dapat berkembang biak dengan lebih cepat dalam tubuh nyamuk saat suhu di sekitarnya lebih panas, sehingga meningkatkan kemungkinan penularan penyakit pada manusia yang digigit nyamuk Anopheles. Selain itu, nyamuk ini lebih menyukai suhu antara 17-35 derajat Celsius.
Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan bahwa nyamuk akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat ketika cuaca dingin agar tetap dapat bertahan hidup. Jadi, itulah mengapa cuaca panas dapat menyebabkan peningkatan kasus malaria dan kita perlu lebih berhati-hati.
Gejala Malaria dan Cara Mencegahnya
Penyakit ini dapat memiliki dampak negatif yang berbahaya bagi kesehatan. Terutama pada anak-anak, ibu hamil, atau orang yang bukan berasal dari negara dengan iklim yang panas, mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi malaria. Oleh karena itu, penting untuk menghindari dan mengobati penyakit ini secepat mungkin agar terhindar dari masalah kesehatan yang lebih serius.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Adapun gejala yang mungkin muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini antara lain:
- Demam dan menggigil.
- Sakit kepala.
- Mual dan muntah.
- Nyeri perut.
- Diare.
- Nyeri sendi atau otot.
- Lemas.
- Batuk.
- Detak jantung dan pernapasan yang cepat.
Untuk mencegah terjadi malaria dan munculnya gejala-gejalanya, cara yang paling penting adalah menghindari gigitan nyamuk Anopheles. Terutama jika kita akan bepergian ke negara-negara dengan riwayat kasus malaria.
Kita dapat menggunakan pakaian yang menutupi kulit seperti pakaian berlengan panjang dan celana panjang. Masukkan ujung baju ke dalam celana dan masukkan ujung celana ke dalam kaus kaki agar nyamuk tidak dapat masuk.
Selain itu, kita juga dapat selalu membawa obat anti-nyamuk dalam bentuk losion atau semprotan. Hal ini bertujuan untuk melindungi bagian tubuh yang terbuka agar tidak menarik perhatian nyamuk. Kita juga bisa menggunakan kelambu anti-nyamuk di sekitar tempat tidur agar tidak khawatir digigit nyamuk pada malam hari.
Demikian berbagai cara untuk mencegah malaria saat cuaca panas dan gejala-gejalanya yang perlu diwaspadai.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau mengalami penyakit ini, jangan ragu untuk meminta bantuan lebih lanjut dengan menghubungi dokter terdekat. (*/halodoc)
About The Author
- Penulis: Pemela



Saat ini belum ada komentar