Tim Hukum AJI Siap Advokasi Kekerasan Terhadap Jurnalis

BNews—YOGJAKARTA—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jogjakarta mengutuk keras tindak kekerasan berupa pemukulan terhadap jurnalis Borobudur News di Magelang, Kamis (11/4). Organisasi pers itu berkomitmen bersama korban, Hanif Adi Prasetyo, 29, untuk mengawal hingga akhir kasus yang tengah ditangani Polres Magelang.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Jogjakarta, Tommy Apriando sangat menyayangkan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oknum ormas Gerakan Pemuda Kabah (GPK). Peristiwa pemukulan secara bersama-sama itu terjadi ketika korban hendak berangkat melakukan peliputan kampanye 02 di Lapangan drh Soepardi.

Advertisements


”Tindakan sewenang-wenang ini tentu mencederai demokrasi dan kebebasan pers,” tegas Tommy saat ditemui Borobudur News di kawasan Bantul, Jogjakarta.


Dalam pernyataan sikapnya, AJI berpendapat kasus kekerasan yang dialami Hanif merupakan tindak pidana murni atau tidak masuk delik pidana pers. Sebab, saat peristiwa berlangsung korban dalam posisi perjalanan dan akan melakukan kerja jurnalistik.

”Sebenarnya bisa andai waktu itu korban mau menunjukkan kartu pers. Bahkan akan menjadi masalah besar bila kartu, kamera atau telepon genggamnya dirampas,” jelas Tommy.

Namun demikian, sebagai bentuk solidaritas, pihaknya akan mendampingi korban dalam mengadvokasi kasus kekerasan dalam perjalanan melakukan kerja jurnalistiknya. Dalam hal ini adalah advokasi berbasis korban. AJI bersama korban saat ini semakin intensif berkomunikasi dalam mengawal setiap perkembangan kasus terkini.

”Tentu kami akan terus bersama dan mengawal korban. Memastikan pelaku kekerasan oleh oknum salah satu ormas itu dapat segera diproses secara hukum yang berlaku,” terangnya. Imbuh Tommy, secara organisasi pihaknya mendesak kepolisian setempat untuk memproses kasus kekerasan terhadap jurnalis secara cepat dan transparan.

Korban tunggal kekerasan oknum ormas GPK, Hanif, mengaku akan segera meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada penyidik kepolisian. Menjadi hak korban dan kewajiban kepolisian untuk memberikan surat tersebut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perkara yang ditangani Polres Magelang.

”Dari sini kami dapat menilai sejauh mana kinerja kepolisian dalam mengusut kasus kekerasan tersebut,” pungkas dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, wartawan Borobudur News, Hanif, dalam perjalanan akan melakukan peliputan Kampanye 02 dikeroyok oknum ormas GPK. Tepatnya di jalan kawasan Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa bermula ketika korban yang berpapasan dengan rombongan oknum GPK mengangkat lutut kaki sebelah kanan. Tindakan spontan itu guna menghindari kaki korban mengenai knalpot wor sebesar kaleng biskuit yang dipasang menyamping di bawah mesin motor. Namun, belasan orang turun dari kendaraan dan mengeroyok korban dengan pukulan, cekikan dan diinjak-injak. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: