Dampak PPKM Darurat, Pendapatan Warung Makan Ini Merosot

BNews—MAGELANG— Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Darurat berimbas pada pendapatan pelaku usaha kuliner. Salah satunya usaha kuliner ‘Angkringan Dua Atap’ yang berlokasi di Jamuskauman, Ngluwar, Magelang.

Pemilik usaha, Ria Ayu Wahyuni, 31, mengaku bahwa PPKM darurat ini berdampak pada pendapatannya yang menurun cukup drastis.

”Dulu sebelum pandemi, boleh dikatakan lah pendapatan 100 persen. Ketika masuk pembatasan mikro kemarin itu, turun jadi 80 persen dari biasa,” kata dia saat dihubungi BorobudurNews, Kamis (8/7/2021).

”Pada PPKM Darurat ini, karena diwajibkan untuk take away dan tidak boleh makan ditempat, sementara jam operasional juga maksimal pukul 20.00 WIB,  pendapatan paling besar itu 60 persen dari biasanya,” sambungnya.

Selain itu, PPKM Darurat ini juga berdampak pada perilisan menu baru di Angkringan Dua Atap. Ria mengatakan, harusnya tanggal 5 Juli kemarin dirinya merilis menu andalan baru.

”Rencananya tanggal 5 Juli itu mau merilis menu baru. Yang mana untuk menikmatinya memang harus makan ditempat. Namun malah tanggal 3 Juli ada PPKM Darurat sehingga belum jadi di launching,” ujarnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Ria menjelaskan, saat ini dirinya tengah melakukan strategi untuk meminimalisir kerugian. Salah satunya dengan merubah waktu operasional Angkringan Dua Atap.

”Kita merubah waktu buka. Jika biasanya pukul 16.30 WIB hingga 01.00 WIB, kini mulai buka pukul 10.00-20.00 WIB. Itupun hanya melayani take away atau delivery order,” jelas dia.

Lanjut Ria, bila ada pelanggan yang melakukan delivery order, dirinya akan menawarkan kepada kenalannya, siapa yang mau untuk mengantar pesanan tersebut.

”Bila ada Delivery Order, kita tawarkan kepada siapa yang bersedia mengantar. Ya kita tawarkan ke teman atau pemuda sekitar sini yang mau. Nanti ongkos kirim (ongkir) bisa disimpan orang tersebut, kami tidak mengambil keuntungan dari ongkir itu,” imbuhnya.

Ria pun berharap, angka Covid-19 di Kabupaten Magelang dapat segera menurun. Sehingga para pelaku usaha khususnya kuliner dapat berjualan seperti biasa.

”Berharap agar pandemi segera berakhir dan kita dapat berjualan dengan bebas tanpa ada pembatasan-pembatasan,” harapnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: