Peserta UTBK SNBT di Untidar Magelang Kedapatan Curang, Pakai Alat di Telinga
- calendar_month Rab, 29 Apr 2026

Barang bukti kecurangan yang dipakai seorang peserta UTBK-SNBT 2026 di pusat UTBK Untidar Magelang. (foto: Humas Untidar)
BNews–MAGELANG– Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di pusat UTBK Universitas Tidar (Untidar) Magelang diduga melakukan kecurangan dengan memakai alat bantu dengar.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/4/2026). Awalnya, petugas curiga lantaran yang bersangkutan sering menyentuh telinga. Peserta ini juga beberapa kali mengamati gerak gerik pengawas hingga menimbulkan kecurigaan.
“Penanggungjawab lokasi pun melakukan pengamatan mendalam. Petugas mendapati alat bantu dengar pada peserta tersebut,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof Suyitno, di Gedung Rektorat Kampus Sidotopo, Rabu (29/4/2026).
Petugas pun melakukan investigasi dan diketahui bahwa yang bersangkutan tidak memiliki gangguan pendengaran. Selain alat bantu dengar, petugas juga mendapati handphone (HP) dan sebuah kotak sejenis kartu elektronik/chip.
“Chip itu, menariknya, di covernya itu seperti kartu hotel, mungkin untuk mengkamuflase. Semua temuan itu diambil panitia dan peserta diminta menyelesaikan ujian,” ujar Suyitno.
Selesai ujian, lanjut Suyitno, peserta tersebut kembali diperiksa dengan melibatkan penanggungjawab lokasi, koordinator pelaksana, penanggung jawab monev, dan unsur koordinator TIK.
“Dirasa semua informasi sudah didapatkan, kemudian berita acara kecurangan juga sudah dibuat. Yang bersangkutan mengakui barang itu miliknya dan itu bagi kami cukup. Kami melaporkan kepada panitia pusat berkaitan temuan ini,” imbuhnya.
Suyitno memaparkan bahwa seluruh prosedur standar sebenarnya telah dijalankan, termasuk proses sterilisasi dengan menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian maupun mengamati gerak-gerik peserta.
“Para pengawas dari awal telah kami berikan arahan tidak hanya memeriksa berdasar metal detector, tapi juga perlu mengamati gerak-gerik peserta secara detail lagi selama pelaksanaan ujian,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, belum dapat dipastikan apakah peserta bertindak sendiri atau merupakan bagian dari jaringan tertentu. Terkait tindak lanjut, Pusat UTBK Untidar telah melaporkan kasus ini kepada panitia pusat UTBK dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar