Jateng Perkuat Posisi Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Religi Dunia
- calendar_month 33 menit yang lalu

Jateng Perkuat Posisi Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Religi Dunia
BNews-JATENG-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mulai mematangkan; pembaruan Nota Kesepakatan (MoU) terkait pemanfaatan Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi keempat candi sebagai pusat ibadah umat Hindu dan Buddha dunia, sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa pembaruan MoU tersebut menjadi kebutuhan mendesak, mengingat masa berlaku kesepakatan periode 2021–2026 akan segera berakhir. Ia menegaskan, kesepakatan baru harus lebih implementatif dan mampu memberikan kemudahan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadah.
“Kami mendorong agar MoU ini diperpanjang. Kami juga membahas apa-apa saja yang bisa memajukan pariwisata di empat candi ini,” ujar Taj Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima Tim Koordinasi Kemenko Perekonomian di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (28/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini juga memberikan sejumlah catatan strategis. Ia menilai pengembangan pariwisata tidak boleh hanya terfokus pada zona utama, tetapi perlu diperluas dengan mengintegrasikan destinasi lain di Jawa Tengah.
Ia mendorong agar candi-candi di kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, serta wilayah Wonosobo dapat dimasukkan dalam satu paket promosi wisata terpadu.
“Saya minta candi-candi di Karanganyar dan Wonosobo dimasukkan menjadi satu kesatuan daya tarik. Ini akan memperkuat narasi promosi Jawa Tengah di kancah internasional,” tegasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurut Taj Yasin, peluang pengembangan ini semakin terbuka seiring kembali beroperasinya Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk rute internasional. Saat ini, penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia telah tersedia, sehingga diharapkan dapat memangkas waktu tempuh wisatawan religi menuju Jawa Tengah.
Dalam pembahasan tersebut, juga mengemuka potensi besar pasar wisata religi dari Thailand. Berdasarkan masukan pengelola kawasan, terdapat tren di negara tersebut di mana orang tua mendorong generasi muda untuk melakukan perjalanan spiritual ke Candi Borobudur.
Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai Jawa Tengah telah berhasil memposisikan diri sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional maupun global.
Herfan menegaskan, pemerintah pusat saat ini fokus menyempurnakan MoU agar aktivitas keagamaan dapat berjalan selaras; dengan pelestarian cagar budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pangsa pasar wisata religi dan ziarah Hindu-Buddha secara global sangat besar. Fokus kita ke depan adalah memastikan Candi Borobudur; dan sekitarnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ekonomi rakyat di Jawa Tengah melalui penyempurnaan tata kelola ini,” pungkas Herfan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar