Desa Wisata di Merapi Diresmikan, Ini Keunggulannya

BNews—SRUMBUNG— Sebuah destinasi wisata baru di lereng Merapi ini akhirnya di resmikan (17/2). Desa Wisata Pawon Salak ini resmi diluncurkan oleh para petani salak lereng merapi di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

 

Desa Wisata Pawon salak ini terletang di Dusun Ngangrungg Desa Kamongan Kecamatan Srumbung menyajikan aneka olahan produk berbahan dasar salak segar. Desa wisata berbasis pertanian dan pengolahan salak pondoh ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian warga.

 

Acara yang dibuka sekaligus diresmikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Magelang (Disparpora), Iwan Sutiarso.”Saya sangat apresiasi dengan dibukanya desa wisata Pawon Salak yang berbasis pertanian dan olahan salak ini, karena disini memang salah satu lokasi sentral salak pondoh di Magelang,” Katanya.

 

“Lokasi ini juga bisa dijadikan tempat wisata alternative selain ke Candi Borobudur, dan tentunya kedepan berharap bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,” imbuhnya.

 

Akses mudah dijangkau dari jalan raya Yogyakarta-Magelang juga menjadi salah satu nilai postif sendiri untuk menuju ke lokasi ini.”Intinya usaha yang keras, bagaimana agar desa wisata dapat bertahan dan bisa berkembang,’ papar Iwan.

 

 

Iwan menambahkan bahwa di Kabupaten Magelang sendiri terdapat sekitar 30 deswita dari 200 lebih destinasi menarik yang ada,”Namun dari data tersebut hanya belasan deswita yang lahir dan hingga saat ini masih bertahan hasil dari kerja keras masyarakatnya sendiri,” tandasnya.

 

Hadir dalam acara peresmian desa wisata ini yakni dari para pelaku wisata di Kabupaten Magelang dan Forkompincam Srumbung. Dan perlu diketahui bahwa Desawisata Pawon Salak Dusun Nganggrung berada pada radius 15 Kilometer dari puncak Gunung Merapi dan Dusun ini memiliki hawa sejuk dengan pemandangan hamparan perkebunan salak pondoh diantara shabodam penahan lahar dingin Gunung Merapi sepanjang alur Sungai Bebeng Krasak.

 

 

Sementara Nurudin Hidayat, Kepala Dusun Nganggrung sekaligus penggerak desawisata Pawon Salak mengungkapkan, produktiftas warganya dalam membuat olahan berbahan buah salak sudah dilakukan sejak lama.”Hal ini mulai dilakukan setelah harga jual salak perkilogramnya anjlok dan bisa dikatakan murah, yakni hanya kisaran Rp 1500.hingga Rp 5000 saja,” katanya.

 

 

“Selama ini hasil olahan aneka jenis makanan berbahan salak pondoh warga Nganggrung, seperti gethuk, geplak, bakpia, dodol, asinan dan minuman sari salak, dengan hal ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar khususnya para petani salak,” pungkasnya. (bsn)

 

1 Comment
  1. udin says

    manstab…ayo..kita berjejaring

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: