Detik detik Buronan Kasus Korupsi Ditangkap di Angkringan Kota Magelang

BNews—KOTA MAGELANG— Kabar mengejutkan datang dari wilayah Kota Magelang. Seorang koruptor yang sudah buron selama 10 tahun berhasil diamankan saat di sebuah angkringan di Kota Magelang (10/9/2020).

Ia adalah Rusmandi Chandra yang bekerja sebagai Kasubbag TU Dinas PU dan Perhubungan Kabupaten Mamuju. Ia merupakan DPO Terpidana Kejadi Sulawesi Barat.

Tersangka ini diamankan Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI, Intelijen Kejati Jawa Tengah bersama Tim Eksekutor dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat. Seta  dibantu Intelijen Kejari Kota Magelang.

Rusmandi ini terbukti telah merugikan negara sebesar Rp 41 miliar dengan cara membuat SPMK fiktif. Yakni untuk mengajukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulselbar.

Berdasarkan putusan MA Nomor 173 K/Pid.sus/2009 tanggal 10 Juni 2010, dengan amar putusan menjatuhkan pidana selama 10 tahun. Dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan pidana kurungan. Serta menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 22 miliar subsider 3 tahun pidana kurungan.

“MA telah memjatuhi hukuman 10 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 300.000.000 subsidiair 6 (enam) bulan pidana kurungan,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Jhony Manurung dikutip SM (10/9/2020).

Jhony menjelaskan, Rusmadi juga dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp. 22.000.000.000, subsider tiga tahun pidana kurungan.

Loading...

Irvan Simorangkir, Asintel Kejati Sulbar menjelaskan Rusmandi ditangkap  saat berada di angkringan Jalan Tentara Pelajar, Kota Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Setelah ditangkap terpidana diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Magelang dan selanjutnya dibawa menuju Kejati Jawa Tengah. Dimana  untuk selanjutnya dibawa ke Mamuju Sulawesi Barat untuk menjalani pidana di rutan atau LP Mamuju Sulawesi Barat. “

Penangkapan dipimpin langsung Kajati Sulbar P Johnny tanpa perlawanan karena menurut keterangan dia sudah tahu diawasi oleh petugas kejaksaan,” katanya saat ditemui di Kejati Jateng.

Menurutnya kesulitan menangkap buronan tersebut karena terpidana berpindah-pindah tempat. Ia pernah tinggal di Yogyakarta  4 bulan dan di Magelang sudah tinggal 7 bulan.

Asintel Kejati Jateng, Emilwan Ridwan menambahkan terpidana tersebut sudah rapid tes dengan hasil non reaktif. Sehingga bisa langsung dibawa ke Sulbar sore harinya.

“Untuk sementara terpidana akan dititipkan ke Kejari Semarang untuk nanti selanjutnya menunggu jadwal penerbangan ke Sulbar,” pungkasnya. (*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: