Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Diorama Tentang Sejarah Yogyakarta Bakal Dibangun

Diorama Tentang Sejarah Yogyakarta Bakal Dibangun

  • calendar_month Rab, 21 Okt 2020

BNews—YOGYAKARTA—Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal membangun diorama atau sejenis miniatur tiga dimensi. Untuk menggambarkan sejarah Yogyakarta sejak era Mataram Islam hingga masa Keistimewaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Monika Nur Lastiyani mengungkapkan dana yang dibutuhkan kurang lebih Rp18 miliar. Bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) tahun 2021.

”Nilai anggaran yang tahap pertama sekitar Rp18 miliar. Nanti ke depan pengembangan pada kontennya, kemudian nanti pengembangan kontennya itu yang akan kita anggarkan di tahun-tahun berikutnya dan juga pemeliharaannya,” katanya, Selasa (20/10/2020). Dikutip dari IDNTimes.

Dia menjelaskan, diorama ini akan dibangun di gedung depo arsip lantai satu Grhatama Pustaka dengan luasan 1.432 meter persegi dan terbagi menjadi 18 spot. Nantinya spot-spot itu akan mengulas atau menggambarkan perjalanan Yogyakarta, mulai dari keberadaan Hutan atau Alas Mentaok sampai masa Keistimewaan.

”Kurun waktu yang kita ambil, yaitu mulai dari Panembahan Senopati sampai dengan Keistimewaan. Jadi itu kalau kita rangkum, 430 tahun. Kita rangkum di dalam 1 lantai dengan nanti ada 18 ruangan atau spot mulai dari Alas Mentaok sampai dengan ruang Keistimewaan,” jelasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Kendari demikian, 18 ruang tersebut tak memungkinkan untuk menampilkan ratusan tahun perjalanan sejarah Yogyakarta. Sehingga bakal dipilih mana saja yang menonjol untuk disajikan.

”Kita pilih mana yang jadi menonjol. Di situ nanti ada masa kenapa Yogya jadi Kota Pelajar, kenapa jadi Kota Pariwisata, lalu bagaimana saat kejadian gempa bumi dan sebagainya,” paparnya.

 Lebih lanjut, Monika mengungkapkan bahwa untuk memudahkan pengunjung meresapi alur sejarah Yogyakarta yang akan disajikan, maka diorama tersebut bakalan mengoptimalkan teknologi audiovisual.

”Diorama ini sifatnya dinamis, sangat luwes karena tergantung perkembangan khazanah arsip yang kita dapatkan. Saat nanti kita dapatkan arsip yang baru, maka kontennya akan kita sesuaikan. Jadi, ini bukan sesuatu yang statis seperti kita melihat museum, yang ditampilkan cuma itu saja,” imbuh Monik.

Tambah dia, nantinya pengunjung dapat memanfaatkan smartphone masing-masing untuk mencari informasi, video maupun audio yang disajikan di diorama tersebut.

”Intinya diorama ini kekinian sekali dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh kaum Millennial. Full audio visual,” pungkasnya. (*/mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less