Doa Kita Terkabul: Angka Kematian Terus menurun, Pasien Sembuh Corona Stabil Tinggi

BNews—NASIONAL— Angka kasus pasien baru positif covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Sedang upaya pemerintah dalam menekan angka kematian dan menggenjot jumlah pasien sembuh virus korona mulai menunjukkan hasil menggembirakan sejak beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut ada penambahan 181 kasus. Sehingga total perhari Minggu, (5/4), menjadi 2.273 jiwa.

”Pada hari ini, telah bertambah lagi 181 orang. Total menjadi 2.273 orang,” ungkap Yuri dalam konferensi pers melalui siaran langsung di Jakarta.

Jumlah pasien baru positif korona hari ini lebih banyak dari hari kemarin yang mencapai 106 kasus. Yuri menengarai, di luar sana masih terjadi penularan kasus positif tanpa gejala.

”Masih ada sebagian dari kita yang tidak sadar kalau kita rentan tertular,” katanya.

Sementara jumlah pasien positif korona yang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani tes kedua sejumlah 14 orang sehingga total bertambah menjadi 164 orang. Angka tersebut sedikit menurun dibanding kemarin dengan 16 orang.

Kemudian untuk kasus pasien meninggal dunia terus ditekan pemerintah. Langkah tersebut membuahkan hasil. Bila kemarin ada tambahan sepuluh korban meninggal, hari ini ada laporan tujuh korban jiwa. Penurunan angka kematian ini patut diapresiasi.

Sebagai tambahan, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 dalam menanggulangi virus korona. Keppres tersebut berisi penetapan status Kedaruratan Kesehatan akibat pandemi korona di Indonesia berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kemudian, Jokowi juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020. PP itu mengatur soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di suatu daerah guna menekan laju penularan virus korona.

Berdasarkan PP tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan menetapkan suatu daerah untuk memberlakukan PSBB. Penetapan juga harus melalui pertimbangan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Namun, sejumlah pihak mengkritik langkah pemerintah dan menuntut agar diterapkan suatu karantina wilayah, bukan PSBB. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: