DPRD Kabupaten Magelang Apresiasi Pembelajaran Tatap Muka

BNews–MAGELANG– – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang mengapresiasi dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah di Kabupaten Magelang. Harapannya, pelaksanaan sesuai prosedur operasi standar sehingga sekolah yang akan menyelenggarakan tatap muka bisa bertambah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, Syukur Ahadi mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas sudah dilaksanakan di beberapa sekolah di wilayah ini. “Hasil pantauan kami, dari sisi kesiapan, sekolah sudah sangat matang, terutama melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya, Senin (6/9/2021).

Ia menyebutkan di antaranya ada tempat cuci tangan di sekolah-sekolah yang mulai lengkap per kelas. Saat masuk ke sekolah, sudah ada tempat untuk skrining suhu. Di ruang kelas, penataan bangku juga sudah berjarak. Anak-anak yang datang juga tertib memakai masker.

Agar tidak terjadi krumunan, maka ditetapkan tidak ada jam istirahat. Anak-anak tidak boleh jajan sehingga harus bawa bekal dari rumah baik minum atau snack. Setiap sekolah juga sudah membentuk satgas bentuk Covid-19 guna melaksanakan protokol kesehatan. Sebelum PTM ini, sekolah sudah lebih dahulu menyosialisasikan dan sudah minta izin pada wali murid. Hasilnya, wali murid memberikan support. Juga dilakukan kerjasama dengan puskesmas untuk verifikasi perlengkapan prokes di sekolah-sekolah, hasil verifikasinya memenuhi syarat.

“Bahkan hasil peninjauan kami, tidak hanya sekolah yang diujicoba saja yang siap untuk PTM, saat ini 80% sekolah di Kabupaten Magelang mulai PAUD, TK, SD, SMP, SLTA sudah siap PTM, tinggal menunggu perintah,” jelas Ketua Fraksi PKB ini.

Pelaksanaan PTM tahap awal ini, akan dievaluasi setiap pekan. Ia berharap pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru maupun tidak ada klaster baru. Jika demikian, maka bisa dilakukan pengembangan sekolah yang akan menyelenggarakan tatap muka.

“Kami di Komisi IV DPRD jauh sebelum ini sudah ikut mendorong persiapan sekolah tatap muka. Saat Mendikbud syaratkan guru harus divaksin, kami fasilitasi agar guru divaksin, ada 23.000 guru negeri swasta di bawah Kemendikbud dan Kemenag, bahkan guru ngaji sekarang sudah 15.000 orang yang divaksin,” tuturnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Adapun vaksinasi untuk siswa, menurutnya, masih menunggu ketersediaan vaksin dari pusat ke daerah dan kebijakan daerah. Saat ini, vaksinasi untuk anak-anak usia SMP sampai SMA sudah dimulai. Mengikuti perintah Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan vaksinasi masif dan tahun 2021 harus selesai, ia berharap pada 2022 sekolah bisa masuk kelas semua tanpa pembatasan waktu dan jumlah murid.

Syukur Ahadi menuturkan di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan pembelajaran kurang efektif karena mayoritas daring. Materi yang disampaikan tidak maksimal. “Pendidikan tidak hanya transfer ilmu tapi inti dari pendidikan adalah membentuk karakter anak didik yang baik. Dari sekolah daring, penguasaan ilmu berjalan tapi pembentukan karakter tidak maksimal,” ungkapnya.

Dengan mulai dilaksanakannya sekolah tatap muka, menurutnya masalah-masalah tersebut bisa teratasi. Dampak positif lainnya yakni membangkitkan semangat anak-anak untuk belajar lagi.

Selanjutnya, Syukur Ahadi berharap pada satuan pendidikan yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka ini agar tetap mempedomani pada aturan yang sudah disosialisasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang agar berjalan dengan baik dan anak-anak tetap sehat.

“Kami berharap orang tua siswa memberikan suport pada anak-anak sehingga lebih menyempurnakan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan dengan tatap muka di sekolah ini. Kami juga melakukan evaluasi dengan Disdikbud setiap Jumat, harapannya di pekan depannya bisa tambah sekolah yang PTM. Adapun sekolah yang sudah jalan, ke depan muridnya tambah, waktunya juga tambah,” katanya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: