Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Drama Duka Palsu Wadison Pasaribu Usai Bunuh Istri di Kota Serang

Drama Duka Palsu Wadison Pasaribu Usai Bunuh Istri di Kota Serang

  • calendar_month Kam, 5 Jun 2025

BNews-NASIONAL- Sebuah tragedi menggemparkan terjadi di Perumahan Puri Anggrek, Kota Serang, Banten. Seorang pria bernama Wadison Pasaribu diketahui menangis di samping makam istrinya, Petri Sihombing, seolah berduka mendalam.

Namun fakta mengejutkan terungkap: Wadison sendiri adalah pelaku pembunuhan terhadap istrinya.

Kejadian ini bermula ketika Wadison membunuh istrinya setelah sang istri memergokinya berselingkuh. Untuk menutupi perbuatannya; Wadison kemudian menyusun skenario seolah-olah mereka menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu dini hari, 1 Juni 2025, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, warga mendatangi rumah korban setelah mendengar tangisan anak korban yang berteriak meminta tolong.

Setelah masuk ke dalam rumah, warga menemukan Petri Sihombing (35) dalam kondisi tewas dan terikat, sementara Wadison Pasaribu (37) ditemukan di dalam karung dengan luka lebam di kepala.

Warga langsung membawa Wadison ke RS Sari Asih Kota Serang untuk mendapatkan perawatan medis, sementara kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Walantaka.

Polisi tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari para saksi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Awalnya, dugaan mengarah pada kasus perampokan disertai pembunuhan, karena sejumlah perhiasan emas dinyatakan hilang. Namun, hasil penyelidikan polisi dan pihak keluarga mengungkap bahwa Wadison adalah pelaku utama dalam kejadian tersebut.

Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, membenarkan penangkapan Wadison.

“Sudah diamankan, tapi kita belum berani rilis, nanti kita akan konpres. Sudah benar (pelaku diamankan), tadi malam ditangkap, nanti dulu, ya, biar lengkap ceritanya,” ujarnya pada Rabu, 4 Juni 2025.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa peristiwa bermula ketika Petri memergoki isi percakapan mesra di ponsel suaminya dengan seorang wanita lain. Pertengkaran terjadi, dan Wadison yang emosi mencekik leher istrinya dengan seutas tali hingga Petri meregang nyawa.

Setelah menyadari istrinya meninggal, Wadison panik dan mencoba menutupi kejahatannya. Ia menyusun skenario seolah rumah mereka dirampok. Untuk memperkuat alibi, ia membenturkan kepalanya sendiri ke benda tumpul hingga luka, serta membuang anting emas milik korban ke dalam toilet.

Kapolresta Serang Kota menjelaskan, biar tidak ketahuan pelaku ini Menyusun skanario jadi korban perampokan.

“Biar tidak ketahuan, pelaku ini menyusun skenario seolah-olah dirampok dan melukai badannya sendiri, dibenturkan benda tumpul ke kepalanya biar dikira dipukul orang lain. Pelaku juga mengambil anting emas korban dan dibuang ke toilet untuk alibi perampasan perhiasan korban,” ujarnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selama proses pemakaman hingga ke rumah duka, Wadison menunjukkan sikap seolah ia benar-benar berduka.

Ia menangis di samping jenazah istrinya, menambah kesan bahwa dirinya juga merupakan korban dari insiden mengerikan itu.

Namun, kecurigaan mulai muncul dari pihak keluarga saat mendengar cerita Wadison yang tidak konsisten. Saat ditanyai secara mendalam oleh keluarga di rumah duka, keterangan Wadison mulai berubah-ubah dan menimbulkan kecurigaan.

“Di awal itu dia tetap pada keterangan seperti di media, lama-lama makin malam, makin subuh itu mulai oleng, mulai pelintat pelintut. Nah, saya sebagai pengacara punya insting curiga juga ke dia,” kata Lambastony Pasaribu, perwakilan keluarga pelaku.

Setelah dibujuk secara halus, Wadison akhirnya mengakui semua perbuatannya. Ia pasrah dan meminta dijemput oleh pihak kepolisian pada Selasa malam, 3 Juni 2025. Kini Wadison berada di Polresta Serkot untuk pemeriksaan lebih lanjut dan akan menjalani proses hukum atas tindakannya.

“Dibujuk secara halus (untuk ngaku). Karena dia enggak konsisten lagi dengan pernyataan. Dan akhirnya mengaku terus minta dijemput sama polisi,” tutur Lambastony.

Kasus Wadison Pasaribu menjadi sorotan publik karena menggambarkan bagaimana manipulasi dan kekerasan dalam rumah tangga bisa berujung pada kejahatan yang sangat tragis. Kini masyarakat menanti proses hukum terhadap Wadison, guna memberikan keadilan bagi almarhumah Petri Sihombing. (*)

About The Author

  • Penulis: Pemela

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less