Duh…Selama 5 Hari, Ada 4 Kasus Bunuh Diri di Yogyakarta
- calendar_month Sab, 15 Jul 2023

Korban bunuh diri. (gambar: ilustrasi)
BNews-JOGJA– Miris, dalam lima hari terakhir setidaknya ada empat rentetan kasus bunuh diri yang terjadi di DI Yogyakarta.
Sebagian besar korban memilih metode gantung diri untuk mengakhiri hidupnya.
Berikut empat rentetan kasus bunuh diri yang terjadi di Yogyakarta dalam lima hari terakhir, sejak 9 Juli 2023.
- Imogiri, Bantul (8 Juli 2023)
Seorang warga Kapanewon Imogiri berinisial GPP (24) tewas di dalam kediamannya yang berada di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Kapolsek Imogiri, Kompol Suharno, mengkonfirmasi, bahwa korban ditemukan tewas dikarenakan gantung diri pada Sabtu (8/7/2023) sekitar pukul 15.30 WIB.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kala itu, adik korban datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 10.00 WIB dengan maksud menjenguk kakaknya. Kemudian, setelah sampai di TKP, adik korban menekan tombol bel rumah. Namun, kala itu pintu rumah tidak dibukakan oleh korban,” ucapnya dikutip tribunjogja (9/7/2023).
Setelah itu, korban pulang dan memberi tahukan hal tersebut kepada kakek dan tante korban.
“Sekira pukul 15.30 WIB tiga saksi tersebut datang dengan membawa kunci duplikat, kemudian langsung membuka kunci rumah dan langsung menuju ke kamar korban serta mendapati korban sudah tergantung,” jelas Kompol Suharno.
“Kemudian, korban sempat diturunkan oleh tiga saksi tersebut dengan memotong tali rafia dengan gunting dan memanggil warga-warga setempat untuk dimintai pertolongan,” imbuhnya.
Akan tetapi, nyawa korban sudah tidak tertolong.
“Kemudian, korban dilakukan pemeriksaan oleh petugas INAFIS dan petugas Puskesmas Imogiri 2.
Hasil dari pemeriksaan itu, korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya, korban dimakamkan oleh keluarganya di Kapanewon Imogiri,” tutupnya.
- Ngaglik, Sleman (9 Juli 2023)
Pihak kepolisian sektor Ngaglik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) seorang mahasiswa yang diduga bunuh diri disebuah kamar kos Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (9/7/2023).
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Berdasarkan hasil olah TKP, mahasiswa kampus swasta di Sleman berinisial DAP asal Kabupaten Bantul diketahui bunuh diri dengan cara gantung diri.
Hal ini dibuktikan dari seutas tali yang ditemukan oleh Polisi saat melakukan olah TKP.
“Hasil sementara dari pihak Pukesmas Ngaglik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban,” kata Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda YS Udin Afriyanto, Minggu (9/7/2023).
Polisi menemukan fakta bahwasanya pada leher DAP terdapat bekas jeratan melingkar dileher kurang lebih 15 centimeter.
“Dari hasil medis mengungkap korban diperkirakan meninggal lebih dari 3 jam sebelumnya,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan para saksi, pada Minggu (9/7/2023) sekira jam 09.00 WIB saksi 1 yang merupakan ayah korban datang ke kos DAP Ngaglik, Sleman.
Ayah korban membawakan makanan untuk korban dan sesampainya di kos tersebut ayah korban kemudian mengetuk pintu kamar kos korban.
“Namun tidak direspon. Kemudian saksi 1 meninggalkan makanan yg dibawanya di meja depan kamar korban, selanjutnya saksi 1 pergi ke kampus UII untuk bekerja,” jelas Panit Reskrim.
Kemudian sekira jam 11.30 WIB saksi satu kembali ke kos DAP. Namun, posisi pintu kos anaknya itu masih tertutup.
Saksi 1 kemudian mengetuk pintu kamar korban kembali namun tetap tidak ada respon.
Selanjutnya saksi 1 atau ayah korban memanggil saksi 2 yakni pemilik kos bernama Suyanto untuk meminta kunci cadangan kamar kos.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Namun pintu tetap tidak bisa dibuka , selanjutnya saksi 1 dan saksi 2 melepas engsel jendela kamar korban dan saat berhasil masuk kedalam kamar, korban sudah tergantung di pojokan kamar kos dengan menggunakan tali kenur warna putih yg diikat diusuk,” terang dia.
Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung memotong tali kenur dengan menggunakan gunting yang ada di dalam kamar kos korban.
“Keterangan dari pihak keluarga bahwa korban sehat, tidak punya masalah apa-apa selama ini. Korban cenderung pendiam dan jarang bercerita dengan anggota keluarga,” ungkapnya.
- Dlingo, Bantul (10 Juli 2023)
Seorang laki-laki warga Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul berinisial EBW (30) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Kapolsek Dlingo, AKP Basungkowo, mengkonfirmasi, alasan EBW memilih mengakhiri hidupnya dikarenakan adanya perasaan depresi sejak beberapa waktu lalu.
Namun, ia tidak membeberkan, penyebab depresi yang dirasakan oleh EBW.
“Untuk kronologi temuannya pada Senin (10/7/2023) sekira pukul 10.30 WIB orang tua korban atas nama bapak Mardi sedang pulang ke rumah. Pada saat masuk, orang tua korban mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di blandar ruangan (kediamannya) dalam keadaan tidak bergerak,” katanya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Selasa (11/7/2023).
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Disampaikannya, saat itu, korban melakukan gantung diri dalam keadaan rumah kosong dan menggunakan tali nilon di atas tanah panjang 20 sentimeter.
Selanjutnya, orang tua korban sempat memberitahukan kejadian tersebut kepada tiga orang tetangganya dan membawa korban ke Puskesmas Dlingo 1.
Akan tetapi, nahas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Dlingo 1, tidak ditemukan bekas luka atau tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Tapi, ada lebam di leher korban karena bekas jeratan gantung diri menggunakan tali nilon warna biru,” ungkap AKP Basungkowo.
Kemudian, saat ini korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat oleh pihak keluarganya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengakhiri hidup dengan cara yang tidak baik.
“Artinya, jika masyarakat itu memiliki permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan cara baik-baik. Jangan memilih mengakhiri hidup dengan cara tidak baik,” pungkas dia.
- Pundong II, Sleman (12 Juli 2023)
Seorang Ibu rumah tangga berinisial SM, ditemukan meninggal dunia dengan posisi terduduk dan terikat tali tambang di sebuah gudang rumahnya di Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (12/7/2023).
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Hasil visum tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. SM diduga meninggal karena gantung diri.
Kapolsek Mlati, Kompol Andhies F Utomo mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh suaminya.
Kronologi kejadian bermula ketika suami yang merupakan saksi pulang kerja sekira pukul 16.00 WIB kemudian melihat rumah dalam keadaan sepi dan masuk ke dalam kamar juga sepi. Saksi kemudian menengok ke gudang.
“Di gudang melihat korban, istrinya, dalam keadaan terduduk dengan posisi sudah diam terikat tali plastik tambang warna hijau di kayu rangka plafon gudang,” terangnya, Kamis (13/7/2023).
Melihat hal itu, saksi langsung berusaha menolong dengan memegang tubuh korban sambil memanggil saksi lainnya yang sedang berada di kamar.
Karena dikira masih hidup, tubuh korban kemudian dibopong dan ditidurkan di ruang tamu. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Mlati.
Berdasarkan keterangan saksi yang diterima polisi, korban terakhir terlihat dan mengobrol pada pukul 13.00 WIB.
Hasil visum luar dari tenaga kesehatan menyatakan korban meninggal dunia diperkirkan karena gantung diri.
Adapun pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman sebab belum diketahui, penyebab dugaan korban mengakhiri hidup dengan gantung diri.
“Dari keterangan saksi tidak ada riwayat sakit atau masalah rumah tangga,” ujar dia.
Disclamer :
Bagi Anda yang merasa kesepian dan memiliki permasalahan mental, jangan menunda untuk meminta pertolongan profesional.
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia via link ini: LINK (KLIK DISINI)
Pemberitaan ini pun dibuat bukan untuk menginspirasi Anda yang sedang berpikir untuk mengakhiri kehidupan.
(*/sumber : tribun jogja)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar