Dukun Pengganda Uang Asal Magelang Diburu Polisi

BNews-JOGJA- Seorang dukun pengganda uang asal Magelang, Jawa Tengah diburu oleh Polisi. Kasus ini berkaitan dengan Daihatsu Xenia milik sebuah perusahaan rental yang digadai oleh 3 orang dengan nilai Rp 90 juta.

Penyelidikan dilakukan oleh Polres Kulon Progo dan Polsek Kokap karena salah satu pelaku mengaku menggunakan uang hasil gadai; untuk dimasukkan ke praktik penggandaan uang oleh seorang dukun di wilayah Magelang.

Pernyataan tersebut sedang diselidiki oleh aparat kepolisian untuk mengungkap lebih lanjut praktik penggandaan uang tersebut.

Kapolsek Kokap, AKP Toha menyampaikan bahwa awalnya SU didatangi oleh 3 orang yang hendak menyewa Daihatsu Xenia pada tanggal 29 Januari 2024.

“Ketiga orang tersebut adalah TE (55), WA (62), dan AO (54), mereka menyewa mobil berpelat B 2280 BEC dari SU dengan biaya sebesar Rp 6,3 juta,” terang Toha.

Ketiganya dilaporkan oleh SU karena tidak mengembalikan Xenia yang mereka sewa. Setelah penangkapan di pertengahan Februari 2024, disingkap bahwa Xenia tersebut digadaikan oleh para pelaku.

Menurut Toha, Xenia tersebut digadaikan dengan nilai Rp 90 juta.

IKUTI UPDATE BERITA BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS GRATIS (KLIK DISINI)

Selanjutnya, tersangka TE mengambil Rp 15 juta dari uang hasil gadai untuk dimasukkan ke dukun yang berada di Magelang, Jawa Tengah.

“Sebagian uang hasil gadai kemudian dibagikan di antara para pelaku dan untuk biaya perjalanan ke Magelang,” ungkapnya.

Toha menjelaskan bahwa Xenia tersebut sempat digadaikan di Seyegan, Sleman. Saat ini Xenia telah diamankan sebagai barang bukti bersama dengan dokumen terkait dari mobil tersebut.

Dalam upaya untuk menggandakan uang, jajaran Polsek Kokap bersama Polres Kulon Progo berencana untuk berkoordinasi dengan Polres Magelang.

Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan pasti kebenaran terkait dukun pengganda uang tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres Magelang untuk menyelidiki lebih lanjut terkait dukun tersebut,” kata Toha.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: