Sering Merasa Lelah? Ini Penyebab, Cara Penanganan dan Pencegahannya
- calendar_month Sen, 25 Mei 2026

ilustrasi seseorang merasa lelah (Foto oleh Alex Green dari pexels.com)
BNews–KESEHATAN– Kelelahan sering dianggap konsekuensi wajar dari aktivitas sehari-hari. Padahal penyebab lelah sangat beragam, mulai dari faktor perilaku sehari-hari hingga kondisi medis kronis yang memerlukan intervensi dokter spesialis.
Lelah adalah perasaan letih, kurang energi, atau kelesuan yang luar biasa sehingga menghambat aktivitas harian seseorang. Berbeda dengan kantuk biasa, kelelahan yang menetap tidak selalu hilang hanya dengan tidur malam yang cukup. Kondisi ini sering digambarkan sebagai rasa berat pada tubuh dan penurunan fungsi kognitif secara signifikan.
Sering kali, rasa letih yang muncul merupakan akumulasi dari beberapa faktor yang saling berkaitan satu sama lain. Faktor gaya hidup merupakan penyebab paling umum, seperti kurang tidur, konsumsi kafein berlebih, atau pola makan yang buruk.
Kurangnya aktivitas fisik (gaya hidup sedenter) juga dapat menyebabkan otot melemah dan metabolisme tubuh melambat, yang pada akhirnya memicu kelesuan permanen.
Beberapa kondisi medis yang sering menjadi penyebab utama kelelahan meliputi:
• Anemia (kekurangan sel darah merah atau hemoglobin).
• Hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif).
• Diabetes melitus (gangguan kadar gula darah).
• Penyakit jantung dan gagal ginjal kronis.
• Sindrom kelelahan kronis (Chronic Fatigue Syndrome).
• Gangguan tidur seperti sleep apnea (henti napas saat tidur).
Gejala kelelahan tidak hanya terbatas pada rasa kantuk, tetapi mencakup berbagai tanda fisik, emosional, dan mental yang memengaruhi kualitas hidup. Setiap individu mungkin mengalami kombinasi gejala yang berbeda tergantung pada penyebab dasar dari rasa letih tersebut.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Gejala fisik yang paling umum meliputi otot yang terasa lemah, sakit kepala, dan pusing yang sering muncul. Tubuh mungkin terasa sangat berat untuk digerakkan bahkan setelah bangun tidur di pagi hari. Selain itu, penurunan fungsi sistem imun akibat kelelahan sering kali membuat seseorang lebih mudah terserang infeksi ringan.
Secara kognitif dan emosional, gejala kelelahan meliputi:
• Kesulitan untuk berkonsentrasi atau fokus pada tugas tertentu.
• Gangguan memori jangka pendek atau sering lupa.
• Iritabilitas (mudah marah atau tersinggung tanpa alasan jelas).
• Penurunan motivasi untuk melakukan hobi atau pekerjaan.
• Respons fisik dan mental yang melambat terhadap rangsangan.
Pengobatan untuk kelelahan sangat bergantung pada diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis profesional. Jika kelelahan disebabkan oleh penyakit tertentu, maka penanganan fokus pada penyembuhan penyakit tersebut agar energi tubuh kembali pulih secara bertahap.
Untuk kelelahan yang berkaitan dengan gaya hidup, perubahan kebiasaan menjadi kunci utama pemulihan. Mengatur jadwal tidur yang konsisten selama 7-9 jam setiap malam dapat membantu tubuh melakukan regenerasi sel dan memulihkan tingkat energi secara optimal.
Beberapa metode penanganan yang efektif meliputi:
• Memperbaiki asupan nutrisi dengan makanan tinggi zat besi dan vitamin B12.
• Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin untuk meningkatkan sirkulasi darah.
• Manajemen stres melalui meditasi atau terapi perilaku kognitif (CBT).
• Mengurangi konsumsi alkohol dan membatasi asupan kafein sebelum tidur.
• Memastikan hidrasi tubuh tercukupi dengan minum air putih yang cukup.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Pencegahan kelelahan dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara tuntutan aktivitas fisik, beban mental, dan waktu pemulihan tubuh. Pola hidup yang teratur membantu menjaga ritme sirkadian (jam biologis tubuh) agar produksi hormon energi tetap stabil sepanjang hari.
Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti suhu ruangan yang sejuk dan pencahayaan yang minim, sangat membantu kualitas istirahat. Hindari penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum waktu tidur untuk mencegah gangguan pada hormon melatonin.
Kelelahan tidak boleh diabaikan jika tetap berlanjut meskipun sudah melakukan perbaikan gaya hidup dan cukup istirahat. Segera cari bantuan medis jika rasa letih disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan dan muncul secara mendadak tanpa pemicu yang jelas.
Kondisi darurat yang memerlukan evaluasi dokter meliputi:
• Nyeri dada yang hebat atau sesak napas secara tiba-tiba.
• Penurunan berat badan yang drastis tanpa upaya diet.
• Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
• Munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau depresi berat.
• Penglihatan kabur atau pingsan secara tiba-tiba.
Pemeriksaan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dari penyakit kronis yang mungkin tersembunyi di balik gejala kelelahan tersebut.
(*/Halodoc)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar