Emak Emak Zaman Sekarang Harus Sadar Kelola Sampah

SAMPAH : Tanti Zaenal Arifin saat mengunjungi Bank Sampah di Desa Banyuroto Sawangan Magelang (20/2)--(Foto--Istimewa)

SAMPAH : Tanti Zaenal Arifin saat mengunjungi Bank Sampah di Desa Banyuroto Sawangan Magelang (20/2)--(Foto--Istimewa)

BNews—SAWANGAN— Satu Desa Satu Bank Sampah atasi masalah sampah di Kabupaten Magelang. Hal ini disampaikan olah Istri Bupati Magelang sekaligus Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, saat mengunjungi Bank Sampah Senja Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Rabu (20/2).

 

“Ini untuk mengurai keberadaan sampah di Kabupaten Magelang, dan sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang memiliki nilai ekonomis tinggi oleh emak-emak jaman sekarang,” katanya.

 

Tanti Zaenal Arifin ini melakukan kunjungan ke Bank Sampah Senja, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan siang tadi. Dimana Bank Sampah ini menjadi salah satu peserta lomba Bank Sampah tingkat Kabupaten Magelang yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 

“Selain bank sampah, DLH  juga menggelar Lomba Hatinya PKK (halaman asri teratur indah nyaman) tingkat Kabupaten Magelang, dalam memperihati HUT Kota Mungkin tahun 2019,” imbuhnya.

 

Tanti juga mengakui bahwa kegiatan lomba bank sampah sangat diapresiasinya karena mengkolaborasikan antara DLH dengan Tim PKK. “Karena itu, kegiatan bank sampah ini bisa menjadi budaya bersih di masyarakat khususnya ibu-ibu era sekarang yang harus peduli akan sampah,” akunya.

 

“Setiap hari, ada setengah gram sampah yang dihasilkan setiap rumah. Namun dengan bank sampah ini, bisa mengurangi 4,5 persen sampah rumah tangga,” tandasnya.

 

Sementara Kabid Pengendaluan Pencemaran Lingkungan DLH,  Sri Murni Ediyati SH menyatakan, dengan lomba bank sampah ini, sampah rumah tangga dapat terkurangi, sehingga warga tidak membuang sampah sembarangan. “Yang jelas, kelompok bank sampah  terus memberikan edukasi kepada warga di tingkat rumah tangga. Ini sangat bagus, harus terus dikembangkan,” ungkapnya.


 

Di Kabupaten Magelang sendiri terdapat jumlah penduduk sekitar 1,3 juta orang, dimana tiap tahunnya mengahsilkan sebanyak 6 ton sampah. “Hal ini saya rasa sangat memprihatinkan juka masyarakat Magelang tidak mulai sadar akan sampah, Bagaimana mengelolanya dan memanfaatkanya agar harapan kedepan anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati alam yang asri ini,” pungkasnya. (bsn)

error: Content is protected !!