Kisah Bayi 15 Hari asal Magelang yang Mengungsi Akibat Merapi

BNews—MAGELANG—Bayi berumur 15 hari, anak dari Warti, 33, warga Dusun Trono, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang terpaksa harus ikut orang tuanya mengungsi. Hal ini demi keselamatan, menghindari ancaman erupsi Gunung Merapi.

Diketahui ibu bersama bayi itu mengungsi di posko pengungsian Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Sosok ibu muda itu pun menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika mengunjungi posko tersebut, Jumat (6/11/2020).

”Ini anaknya bu, wah manis sekali. Jenenge sinten bu (namanya siapa bu),” sapa Ganjar pada Warti. Dikutip dari Tagar.id.

Warti pun merespons dengan menjawab anaknya bernama Mizan Alva Nurrohman. Usianya baru 15 hari, karena lahir pada 24 Oktober lalu.

”Wah apik yo jenenge (bagus ya namanya). Biasane wong Magelang ki jenenge Tugiyo (biasanya orang Magelang itu namanya Tugiyo), ini Mizan Alva Nurrohman. Keren Bu,” canda Ganjar.

Usai mengobrol, Ganjar pun langsung memanggil ajudannya. Ia meminta sejumlah uang untuk diberikan pada Warti.

”Kerono ana bayi, aku Mbayen (karena ada bayi, saya ikut bahagia dengan kelahiran bayi). Iki yo Bu, nggo bayine (ini ya bu, buat bayinya). Sehat-sehat terus,” ucap Ganjar sambil menyerahkan sejumlah uang.

Loading...

Warti yang tak menyangka akan mendapat kejutan itu, langsung tersenyum bahagia. Berkali-kali, ia mengucapkan terima kasih kepada Ganjar sambil menimang bayinya.

”Senang sekali, tadi dikasih uang sama Pak Ganjar. Katanya kondangan,” kata dia tertawa.

Warti mengatakan bahwa anaknya yang baru lahir itu adalah anak kedua. Mereka terpaksa mengungsi karena kampung tempat tinggalnya, yakni Dusun Trono, Desa Krinjing, sangat dekat dengan puncak Merapi.

”Ini anak yang kedua, belum lama lahir, sudah suruh ngungsi. Ya tidak apa-apa, demi keselamatan,” ucapnya.

Diketahui bahwa ratusan warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi memang sudah mengungsi sejak BPPTKG menaikkan level ke Siaga pada Kamis, (5/11/2020) kemarin. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: