Empat Rumah Sakit di Kota Magelang Terbanyak Rawat Pasien Positif Covid -19

BNews–MAGELANG– Total kasus pasien positif covid-19 di Kota Magelang hingga 14 November tercatat 332 orang. Hal ini seperti update dari laman resmi https://covid19.magelangkota.go.id.

Dari jumlah tersebut,  30 orang di antaranya masih dalam perawatan atau masuk kategori pasien positif Covid-19 aktif. Mereka ini menjalani perawatan di empat rumah sakit rujukan.

Lokasinya yakni di RSUD Tidar 9 orang, RST Dr Soedjono 7 orang, RSJ Dr Soerojo 1 orang, dan RS Budi Rahayu 13 orang. Sementara, angka kesembuhan di Kota Magelang mencapai 250 orang.

Dari empat rumah sakit ini, tiga di antaranya juga merawat pasien dari luar Kota Magelang. RSUD Tidar menampung 13 orang, RST Dr Soedjono 26 orang, RSJ Dr Soerojo 10 pasien. Jika ditotal maka keempat rumah sakit tersebut merawat setidaknya 79 pasien corona aktif.

Kemudian pasien suspek asal Kota Magelang yang masih ditangani rumah sakit berjumlah 22 orang. Sedangkan pasien asal luar Kota Magelang sebanyak 32 orang. Angka kematian penduduk Kota Magelang yang terpapar Covid-19 menjadi 20 orang. Kasus kematian probable 15 orang, dan suspek 12 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Majid Rohmawanto mengatakan, kenaikan kasus ini terjadi karena disusul dengan tingginya pemeriksaan spesimen. Setiap pekannya, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang mampu mencapai 200 persen dari standar WHO sebanyak 122 spesimen minimal tiap pekan.

“Namun rata-rata kami berhasil mengirim 269 spesimen ke Laboratorium Salatiga. Sudah lebih dari 200 persen dibandingkan dengan standar atau anjuran WHO, mengingat jumlah penduduk Kota Magelang yang hanya sekitar 130.000 jiwa,” katanya dikutip ME.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dia membenarkan bahwa periode Oktober-November kenaikan pasien konfirmasi positif di Kota Sejuta Bunga kian bertambah. Pada 2 Oktober lalu, tercatat 189 kasus konfirmasi positif. Selang sebulan, atau per Sabtu (14/11) angkanya naik drastis menjadi 332 kasus.

“Jadi tidak hanya tes swab yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Magelang yang membuat angka ini terus naik. Tetapi ada andil dari masyarakat sendiri, yang mulai menggencarkan tes mandiri,” ucapnya.

Majid juga menyebut, dibandingkan dengan pasien aktif yang dirawat di rumah sakit, pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri masih lebih banyak yakni 32 kasus untuk pasien positif dan suspek 18 orang.

“Hampir semuanya yang sedang menjalani isolasi mandiri ini karena tidak bergejala. Kami berharap, mereka tetap diterima di masyarakat karena untuk menjaga psikis mereka,” ujarnya.

Majid menuturkan bahwa orang tanpa gejala (OTG) yang sedang menjalani isolasi mandiri, paling lama adalah 11 hari. Setelah itu, mereka akan langsung dinyatakan sembuh, meski tak dilakukan tes swab lanjutan.

“Karena bagi OTG, 11 hari itu adalah masa virus aktif. Setelahnya, dia akan dinyatakan sembuh oleh faskes terdekat melalui surat. Surat ini juga bisa dipergunakan bagi yang mau bekerja kembali, atau beraktivitas seperti biasa, karena virus dalam tubuhnya sudah tidak akan menularkan lagi,” paparnya.

Majid bahkan menyebut, para penyintas Covid-19 memiliki kekebalan lebih dibandingkan yang belum tertular. Untuk itu, ia berharap agar stigma terhadap penyintas Covid-19 tidak dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang.

“Besar harapannya, masyarakat justru memberikan dukungan agar para penyintas Covid-19 lekas pulih kembali,” pungkasnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: