Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Fakta Baru Kematian Penjual Durian Di Magelang: Antara Pengeroyokan dan Kecelakaan

Fakta Baru Kematian Penjual Durian Di Magelang: Antara Pengeroyokan dan Kecelakaan

  • calendar_month Jum, 30 Mei 2025

BNews-MAGELANG- Polisi akhirnya mengungkap dugaan penyebab kematian tragis Joko Susilo, seorang penjual durian berusia 39 tahun.

Dimana korban sebelumnya ditemukan tewas di dalam selokan kawasan Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Awalnya, kematian Joko diduga akibat kecelakaan lalu lintas, namun hasil penyelidikan terbaru menunjukkan indikasi tindak kekerasan sebelum kematian.

Pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan ekshumasi dan otopsi terhadap jenazah Joko Susilo karena kejanggalan yang muncul dari kondisi korban saat ditemukan.

Kasat Reskrim Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah, dalam konferensi pers Operasi Aman Candi pada Jumat (30/5/2025), membeberkan hasil otopsi yang memperkuat dugaan penganiayaan.

“Para pelaku mengeroyok korban dengan menendang, memukul, dan menampar,” ujar Arwansyah.

Empat Pelaku Penganiayaan Dijerat Pasal Berlapis

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan empat orang tersangka yang kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Keempat tersangka masing-masing berinisial SAB (26), MA (27), CA (26), dan SAN (18).

Menurut penyelidikan, insiden bermula pada 30 April 2025, saat tersangka SAN menganiaya korban terlebih dahulu di dekat Terminal Tegalrejo.

Tak lama kemudian, korban kembali menjadi sasaran pengeroyokan oleh tiga pelaku lainnya di lokasi yang sama.

Motif kekerasan tersebut, menurut Arwansyah, dipicu oleh perilaku korban yang kerap membuat keributan dalam keadaan mabuk.

“Para pelaku melancarkan perbuatannya lantaran korban kerap berbuat onar ketika mabuk usai minum minuman keras,” jelasnya.

Dua Skenario Penyebab Kematian Korban

Setelah insiden pengeroyokan, Joko Susilo sempat meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), ia terlihat berkendara dalam keadaan tidak stabil atau zig-zag menuju arah Kecamatan Pakis.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Polisi menyebut terdapat dua kemungkinan penyebab kematian korban. Pertama, luka parah akibat kekerasan benda tumpul di bagian kepala dan leher yang diderita sebelum berkendara. Kedua, kemungkinan korban mengalami kecelakaan lalu lintas karena kondisi tidak sadar atau kehilangan kendali.

“Posisi korban saat ditemukan tertindih sepeda motor dan banyak batu di selokan itu,” ujar Arwansyah menambahkan.

Kasus Joko Susilo: Antara Pengeroyokan dan Kecelakaan

Hasil investigasi mendalam yang dilakukan Polresta Magelang menunjukkan bahwa kematian Joko Susilo kemungkinan besar merupakan akibat kombinasi dari penganiayaan dan kecelakaan, mengingat luka-luka yang ditemukan serta posisi jasad di tempat kejadian.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena awalnya dianggap sebagai kecelakaan biasa. Namun, berkat laporan warga dan penyelidikan lanjutan, terungkap adanya unsur tindak pidana di balik kematian pria yang sehari-hari dikenal sebagai penjual durian tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less