Fenomena Hujan Es di Magelang, Ini Penjelasan BMKG
- calendar_month Sen, 28 Mar 2022

BNews–MAGELANG– Hujan deras disertai angin dan es melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Magelang siang ini (28/3/2022). Kejadian tersebut diperkirakan terjadi dengan durasi kurang lebih lima menit. Tepatnya sekitar pukul 14.00 wib.
“Hujan es (benar) terjadi barusan. Durasi 5 menit lebih,” kata Plt Pelaksana Harian BPBD Kota Magelang Mahbub Yani Arfian.
Selain itu, lanjutnya, dilaporkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Kota Magelang. “Petugas sedang melakukan pengecekan. Karena hujan deras sampai sore ini masih terjadi,” imbuhnya.
Sementara itu informasi yang diperoleh Borobudur News, hujan angin juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Bahkan terdapat sejumlah tenda hajatan warga rusak atau rubuh.
Antara lain sebuah tenda pernikahan di daerah Mertoyudan rubuh akibat kejadian tersebut. Ada juga tenda acara warga di Krinjing Dukun atapnya berhamburan. Sampai berita ini diunggah belum ada rekap data kerusakan dari pihak terkait.
Sementara itu, dilansir dari laman bmkg.go.id, fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yg biasa terjadi. Kejadian hujan lebat/Es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)
Fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan. Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi. Yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut sehingga dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.
”Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk dipuncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es,”
Dijelaskan, kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara. Dan bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam berbentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es.
BMKG pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya potensi cuaca ekstrem tersebut serta dampak yang dapat ditimbulkan berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, jalan licin, pohon tumbang, dan lain sebagainya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar