Fenomena Kemunculan Petir di Gumpalan Awan Panas Erupsi Merapi Hari Ini

BNews—MAGELANG— Sejumlah video amatir erupsi Gunung Merapi hari ini (3/3/2020) menunjukkan kemunculan fenomena petir yang ada di tengah tengah gumpalan awan panas. Kejadian ini merupakan fenomena alam.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadinya petir saat gunung berapi meletus merupakan hal yang lazim terjadi. Mekanismenya tidak jauh dengan fenomena petir pada umumnya. Hanya saja, awan cumulonimbus yang menjadi ‘sarang’ petir tergantikan oleh kepulan awan uap air, dan partikel vulkanik lain yang menyembur ke angkasa secara masif.

Dalam hal ini, ada dua teori penyebab terjadinya petir vulkanik dan masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, terutama pada jenis perantara suatu massa yang dapat memisahkan partikel-partikel melalui proses potensial ionisasi.

Teori pertama mengatakan bahwa sambaran petir terjadi ketika sebagian besar atom-atom netral bertemu dengan suhu sekitar 1.500 Kelvin, di mana ia mempunyai energi yang cukup untuk melemparkan elektron yang terikat lemah dari beberapa atom yang mengikat mereka.

Di saat yang sama, ada atom-atom yang ingin mengambil elektron yang baru dibebaskan ini, sehingga menciptakan sejumlah besar ion positif dan negatif. Muatan positif dan negatif itu kemudian terpisah, dan ketika ion-ion terpisah pada jarak yang cukup, muncullah beda potensial listrik yang akan menyebabkan sambaran petir.

Teori kedua mengemukakan bahwa ketika gunung berapi meletus, ia akan mengeluarkan partikel abu panas, uap, dan gas. Mula-mula partikel itu netral, tetapi ketika terjadi tabrakan, mereka dapat mentransfer muatan satu sama lain, dan berubah menjadi massa positif atau negatif.

Loading...

Saat partikel debu vulkanik bertabrakan satu sama lain, terjadi pemisahan muatan (ionisasi) dengan proses yang disebut aerodynamicsorting. Pemisahan muatan positif dan negatif terjadi melalui awan vulkanik sehingga menyebabkan salah satu ujung awan bermuatan positif, dan ujung lainnya bermuatan negatif.

Pemisahan ini kemudian terus berlanjut hingga melewati batas, dan listrik mulai mengalir di antara kedua muatan yang berbeda. Proses ini kemudian menciptakan sambaran petir saat letusan gunung berapi.

Ada juga teori yang mengatakan bahwa partikel yang lebih besar mungkin memiliki muatan positif dan partikel yang lebih kecil memiliki muatan negatif. Sebagian partikel besar jatuh lebih cepat, menyebabkan pemisahan yang diperlukan untuk menghasilkan petir. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: