Asyik Wik Wik di Jam Sahur, Sejumlah Pasangan Diciduk Satpol PP

BNews—SEMARANG— Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang memnggelar razia penyakit masyarakat di sejumlah tempat. Sasarannya termasuk kos-kosan yang disinyalir banyak dihuni pasangan tidak sah.

Dini hari kemarin (29/5) dua mobil tramtib berisi puluhan petugas langsung merangsek masuk untuk menggedor sejumlah kamar kos yang berdekatan di wilayah yang sama. Yakni Kos Gayamsari Residence, dan dua kompleks Indekos Paviliun 3. Jam-jam itu kebanyak orang sedang bangun mempersiapkan sahur.

Advertisements


Di kos tersebut kebanyakan dihuni oleh para mahasiswi. Terdapat berjejer mobil. Terbilang elit, karena harga setiap kamar kos berkisar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Angka yang terbilang fantastis mengingat UMK Kota Semarang hanya Rp 2,4 juta.


Dilansir dari jatengtoday, sempat terjadi kucing-kucingan, mengetahui petugas datang, sejumlah lampu kamar dimatikan. Namun petugas tak menyerah begitu saja. Petugas telah menyakini ada penghuni kamar dan terus digedor. Alhasil, penghuni kamar membuka pintu. Diketahui ada empat pasangan muda-mudi sedang asyik berduaan di kamar. Bahkan juga didapati pasangan setengah bugil. Tampak mereka lari ke kamar mandi.

“Kami melakukan operasi yustisi karena mendapat laporan warga. Setelah kami periksa, didapati sejumlah pasangan tidak memiliki surat resmi,” kata salah satu petugas.

Pasangan yang setengah bugil diminta segera memakai baju untuk dimintai keterangan. Petugas memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu lagi. “Kami prihatin. Ini malam bulan suci,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto yang turut dalam operasi tersebut.

Fajar menjelaskan, pada 2005 silam, kos-kosan tersebut pernah dilakukan razia. Namun rupanya saat ini kembali tidak tertib. Keseluruhan ada 20 orang dimintai keterangan. Mereka tidak dilengkapi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS), sebagai pengganti KTP dari luar wilayah Kota Semarang. “Kami minta mereka membuat surat pernyataan. Apabila razia selanjutnya terbukti melakukan pelanggaran akan kami beri sanksi sesuai dengan aturan dan ketentuan berlaku. Silakan KTP untuk diambil di Kantor Satpol PP kapan saja,” katanya.  (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: