Fenomena Langka Malam Ini Yakni Bulan Purnama Perige, Begini Cara Melihatnya

BNews–NASIONAL- Sebuah fenomena astronomi langka yakni bulan purnama Perige atau Supermoon akan muncul di Indonesia pada Selasa (27/4/2021).

 Melansir dari laman Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) perige bulan akan terjadi dan dapat disaksikan pada pukul 22.29 WIB; atau 23.29 WITA atau 00.29 WIT.

Adapun supermoon akan memiliki jarak geosentrik 357.378 km, dengan diameter sudut 33,43 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.

“Penyebutan Bulan Super atau Supermoon lantaran jaraknya cukup berdekatan dengan titik perige,” tulis Lapan dalam keterangannya.

Bulan purnama Perige adalah istilah untuk menyebutkan kondisi bulan berada pada titik terdekat terhadap bumi. Nantinya puncak purnama akan terjadi pada pukul 10.31 WIB dengan jarak geosentrik 357.616km; berdiameter sudut 33,41 menit busur dan terletak di konstelasi Libra . Informasi tersebut juga disampaikan Lapan dalam akun Instagramnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Cara melihatnya Apabila langit cerah, tidak memerlukan teropong atau alat khusus untuk melihat fenomena ini.  Cukup arahkan padangan ke arah timur yang jelas, dan tenangkan diri Anda setidaknya lima menit sebelum waktu.

Bulan biasanya membutuhkan beberapa menit untuk naik ke atas cakrawala, sehingga pergerakannya mudah terlihat. Sebagai tambahan, bulan purnama ini juga merupakan supermoon; yang berarti bulan akan tampak lebih besar dari bulan purnama rata-rata karena kebetulan berada di dekat titik terdekat orbitnya ke Bumi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, melansir dari laman Nasa, bulan purnama yang akan muncul hari ini memiliki julukan Pink Moon. Julukan tersebut adalah penamaan yang muncul sekitar tahun 1930-an yang diterbitkan suku Indian Amerika; yang menamai bulan purnama di bulan April sebagai Pink Moon.

Nama tersebut sesuai dengan tumbuhnya tanaman moss pink atau dikenal juga mountain phlox yang merupakan tanaman dari Amerika Serikat bagian timur; dan merupakan bunga musim semi paling awal yang banyak tersebar luas.

Bulan purnama ini juga memiliki nama lain yang diberikan suku pesisir Amerika Utara di antaranya adalah Bulan Ikan; karena waktu tersebut adalah saat bagi ikan berenang ke hulu untuk bertelur.

Supermoon Istilah “supermoon” diciptakan oleh astrolog Richard Nolle pada 1979 dan mengacu pada Bulan baru; atau purnama yang terjadi ketika Bulan berada dalam jarak 90 persen dari perigee, pendekatan terdekatnya ke Bumi.

Supermoon telah menjadi populer selama beberapa dekade terakhir. Bergantung pada cara menafsirkan definisi ini, dalam satu tahun biasanya terdapat 2 hingga 4 supermoon penuh berturut-turut dan 2 hingga 4 supermoon baru berturut-turut.

Untuk tahun 2021, beberapa publikasi menganggap empat Bulan penuh dari Maret hingga Juni, beberapa tiga Bulan penuh dari April hingga Juni; dan beberapa hanya dua Bulan penuh pada bulan April dan Mei sebagai supermoon.

Bulan purnama di bulan April dan Mei hampir terikat sebagai Bulan purnama terdekat tahun ini. Bulan purnama pada 26 Mei 2021, akan sedikit lebih dekat ke Bumi daripada Bulan purnama pada 26 April 2021; tetapi hanya tipis 0,04 persen.

Perihelion Merkurius Tak hanya akan muncul Supermoon. Pada tanggal ini terjadi fenomena astronomi perihelion Merkurius.

Perihelion adalah konfigurasi saat planet berada di titik terdekat matahari. Perihelion Merkurius terjadi setiap rata-rata 88 hari sekali atau dalam setahun terjadi empat kali.

Perihelion Merkurius terjadi pada 27 april pukul 08.48 WIB dengan jarak 46 juta km dari matahari. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: