Festival Lima Gunung XXV Resmi Dibuka di Warangan Pakis Magelang
- calendar_month 54 menit yang lalu

Penampilan salah satu grup kesenian yang memeriahkan Festival Lima Gunung (FLG) XXV, di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026). (Foto: mta)
BNews–MAGELANG– Gelaran tahunan Festival Lima Gunung (FLG) XXV resmi dibuka pada Jumat (10/7/2026). Berpusat di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, ajang seni budaya ini siap menyuguhkan aksi dari 1.274 seniman yang tergabung dalam 85 kelompok kesenian lintas daerah selama tiga hari berturut-turut, hingga Minggu (12/7/2026).
Ketua Komunitas Lima Gunung (KLG), Sujono, menjelaskan bahwa pembukaan hari pertama ini diawali dengan prosesi kirab dan aksi peduli lingkungan. Dalam kirab sepanjang kurang lebih 500 meter menuju panggung utama tersebut, para peserta tidak mengarak gunungan, melainkan membawa bibit pohon.
“Penanaman pohon ini merupakan bentuk pengendalian lingkungan atau konservasi. Kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar,” ujar Sujono pada Jumat (10/7/2026).
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan pembukaan pameran seni rupa, kemudian disusul dengan pementasan kesenian perdana.
Sujono menyebut pada hari pertama festival, ada puluhan kelompok kesenian yang tampil secara bergantian mulai dari pagi hingga malam hari.
Ketua Panitia FLG XXV, Handoko, menyampaikan bahwa selain pementasan seni pertunjukan, juga dimeriahkan oleh berbagai ruang pameran seni dan kreativitas warga. Pameran tersebut dihadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus untuk menyemarakkan gelaran festival.
“Salah satu ciri khas dari Festival Lima Gunung sejak dulu adalah adanya pameran foto, pameran lukisan, hingga pameran bonsai,” katanya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Muneng Warangan, Muhammad Solihin, menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat sangat menyambut baik kehadiran FLG XXV.
Menurutnya, ajang ini menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi warga sekaligus memperkuat identitas Dusun Warangan sebagai dusun seni yang adat istiadatnya masih terjaga dengan sangat baik.
Pihak pemerintah desa juga melihat gelaran ini sebagai peluang besar untuk pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM.
“Harapan kami memang festival ini bisa mengangkat dan menyerap potensi UMKM masyarakat, khususnya di Dusun Warangan. Warga bisa berjualan dan mendapatkan tambahan pendapatan (income),” ujarnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar