Permintaan Membludak, Bibit Kopi Robusta Unggul Magelang Sudah Habis Dipesan
- calendar_month 10 menit yang lalu

Petani Magelang Kembangkan Bibit Kopi Robusta_Foto Berita Magelang
BNews-MAGELANG – Kebun Benih Tanggulrejo di Kabupaten Magelang terus mengembangkan pembibitan kopi Robusta unggul dengan metode setek untuk memenuhi tingginya kebutuhan bibit berkualitas sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Pada 2026, kebun milik pemerintah tersebut menargetkan memproduksi 50.000 batang bibit kopi Robusta siap salur.
Pelaksana Kebun Benih Tanggulrejo, Wardoyo, mengatakan seluruh target produksi bibit tahun ini telah habis dipesan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Bibit tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada berbagai kelompok tani di sejumlah daerah.
Menurutnya, permintaan bibit kopi Robusta unggul terus meningkat, bahkan datang dari luar Pulau Jawa dengan jumlah pesanan mencapai ratusan ribu batang. Namun, pihaknya masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan di wilayah lokal.
“Namun, fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan potensi kebun induk yang ada untuk mencukupi kebutuhan lokal terlebih dahulu. Tahun depan, kuota produksi akan kami upayakan meningkat,” ujar Wardoyo dikutip Berita Magelang, Rabu (8/7/2026).
Wardoyo menjelaskan, Kebun Benih Tanggulrejo saat ini mengembangkan empat klon kopi Robusta unggul yang telah terdaftar resmi dari kebun induk entres, yakni Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, dan Sehasence. Keempat klon tersebut dipilih karena memiliki produktivitas tinggi, relatif mudah dibudidayakan, serta mampu berbuah lebih cepat dibandingkan varietas lainnya.
Ia menuturkan, metode perbanyakan melalui setek dipilih karena mampu mempertahankan karakter genetik tanaman induk sehingga kualitas bibit lebih terjamin.
“Bibit hasil setek memiliki sifat yang sama persis dengan pohon induknya, sehingga tidak ada perubahan karakter genetik. Selain itu, jika perakarannya sudah tumbuh dengan baik, pohon kopi ini sudah mulai berbunga hanya dalam waktu dua tahun setelah tanam,” jelasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Wardoyo juga memastikan penggunaan metode setek tidak mengurangi kekuatan tanaman. Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan keluhan terkait tanaman kopi hasil setek yang roboh akibat terpaan angin.
Dalam proses pembibitan, Kebun Benih Tanggulrejo menerapkan standar teknis yang ketat. Entres dipilih dari tunas ortotrop yang masih hijau dengan tingkat kematangan optimal, kemudian dipotong per ruas, diruncingkan, dan diberi zat pengatur tumbuh untuk merangsang pembentukan akar.
Pembibitan dilakukan menggunakan metode lasahan dengan media pasir dan tanah berkomposisi 1:1. Selanjutnya bibit disungkup menggunakan plastik bening selama dua bulan tanpa pemberian pupuk kimia. Setelah sistem perakaran tumbuh kuat, bibit dipindahkan ke polibag untuk menjalani perawatan lanjutan di area nursery.
Wardoyo menambahkan, bibit baru dapat dipasarkan setelah memenuhi standar Siap Tanam (PTM), yakni berumur lima hingga delapan bulan, memiliki tinggi minimal 20 sentimeter, serta mempunyai sedikitnya tiga pasang ruas daun.
“Setelah memenuhi standar fisik tersebut, pihak Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) akan melakukan pemeriksaan lapangan. Jika memenuhi syarat, sertifikat resmi akan diterbitkan sebagai jaminan mutu bagi petani,” tambah Wardoyo.
Saat ini, Kebun Benih Tanggulrejo memasarkan bibit kopi Robusta unggul bersertifikat dengan harga Rp7.000 per batang. Harga tersebut masih berpotensi berubah menyesuaikan kebijakan tarif retribusi daerah yang baru.
Selain melayani kebutuhan instansi pemerintah, kebun ini juga membuka layanan pembelian bagi petani mandiri yang ingin melakukan peremajaan maupun pengembangan kebun kopi.
Secara administratif, Kebun Benih Tanggulrejo berada di Dusun Balong, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Kebun tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah dengan pembinaan teknis dari Balai Benih Pertanian Wilayah Surakarta. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar