Stunting di Magelang Masih di Atas Target Nasional, Vita Ervina Dorong Penguatan Germas
- calendar_month 18 menit yang lalu

Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina sosialisasi Germas yang digelar di Aula Gedung Galang Livin, Kabupaten Magelang,
BNews-MAGELANG – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan pentingnya penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Langkah preventif tersebut dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk menekan angka stunting sekaligus memutus rantai penularan tuberkulosis (TB) mulai dari lingkungan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Vita Ervina saat menghadiri sosialisasi Germas yang digelar di Aula Gedung Galang Livin, Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026).
“Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama mencegah stunting dan TB, minimal dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Vita, politisi Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Sekretariat Jenderal SDM Kesehatan menggandeng komunitas perempuan lintas iman sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang yang hingga kini masih berada di atas target nasional sebesar 14 persen.
Menurut Vita, tantangan penanganan stunting memerlukan intervensi yang menyeluruh serta sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan pelaksanaan program di tingkat daerah dan masyarakat.
“Kita ingin kesadaran masyarakat terbangun melalui sinergi kebijakan Kemenkes—seperti program CKG—serta peran aktif dari Puskesmas,” jelasnya.
Selain menitikberatkan pada upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, sosialisasi tersebut juga memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TB). Komunitas perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi gejala awal penyakit menular tersebut di lingkungan keluarga.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Meski data rinci kasus tuberkulosis di Kabupaten Magelang masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan setempat, Kementerian Kesehatan menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
“Kami mengajak komunitas wanita Katolik dan Kristen untuk mengambil peran: mengenali gejala TB di sekitar mereka, melakukan pencegahan, dan membantu mengedukasi warga agar mau menjalani pengobatan hingga tuntas,” pungkas Vita.
Sosialisasi Germas tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari komunitas Perempuan Katolik dan Kristen Kabupaten Magelang. Kegiatan juga menghadirkan Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Herlina Nung Rahmasari, sebagai narasumber, serta dihadiri Sekretaris Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, SE, M.Si, CA, CPMA, CPIA. (bsn)
BNews-MAGELANG – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan pentingnya penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Langkah preventif tersebut dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk menekan angka stunting sekaligus memutus rantai penularan tuberkulosis (TB) mulai dari lingkungan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Vita Ervina saat menghadiri sosialisasi Germas yang digelar di Aula Gedung Galang Livin, Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026).
“Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama mencegah stunting dan TB, minimal dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Vita, politisi Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Sekretariat Jenderal SDM Kesehatan menggandeng komunitas perempuan lintas iman; sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Magelang; yang hingga kini masih berada di atas target nasional sebesar 14 persen.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurut Vita, tantangan penanganan stunting memerlukan intervensi yang menyeluruh serta sinergi antara kebijakan pemerintah pusat; dengan pelaksanaan program di tingkat daerah dan masyarakat.
“Kita ingin kesadaran masyarakat terbangun melalui sinergi kebijakan Kemenkes—seperti program CKG—serta peran aktif dari Puskesmas,” jelasnya.
Selain menitikberatkan pada upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, sosialisasi tersebut juga memberikan edukasi mengenai pencegahan; dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TB). Komunitas perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi gejala awal penyakit menular tersebut di lingkungan keluarga.
Meski data rinci kasus tuberkulosis di Kabupaten Magelang masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan setempat; Kementerian Kesehatan menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
“Kami mengajak komunitas wanita Katolik dan Kristen untuk mengambil peran: mengenali gejala TB di sekitar mereka, melakukan pencegahan; dan membantu mengedukasi warga agar mau menjalani pengobatan hingga tuntas,” pungkas Vita.
Sosialisasi Germas tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari komunitas Perempuan Katolik dan Kristen Kabupaten Magelang. Kegiatan juga menghadirkan Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Herlina Nung Rahmasari, sebagai narasumber; serta dihadiri Sekretaris Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, SE, M.Si, CA, CPMA, CPIA. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar