Gunung Merapi Alami 22 Kali Guguran Lava Pijar Mengarah ke Barat Daya

BNews—JOGJAKARTA— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi. Hingga Minggu, (24/1) pukul 00.00-06.00WIB, Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 22 kali.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG, jarak luncur lava pijar pagi ini mencapai 300-800 meter. Sementara luncuran mengarah ke barat daya. 

Selain itu teramati pula adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Berikut aktivitas Gunung Merapi terkini menurut BPPTKG:

Meteorologi

DPD PKS Magelang Ramadhan

Cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 13-26 derajat celcius, kelembaban udara 68-94 persen dan tekanan udara 567-687 mmHg.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Visual

Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Teramati guguran dengan jarak luncur 300-800 meter mengarah ke Barat Daya.

Kegempaan

Guguran (Jumlah: 54, Amplitudo : 3-30 milimeter, Durasi: 11-108 detik)

Hybrid/Fase Banyak (Jumlah: 3, Amplitudo: 2-8 milimeter, S-P: 0.2-0.4 detik, Durasi: 6-9 detik)

Vulkanik Dangkal (Jumlah: 1, Amplitudo: 58 milimeter, Durasi: 12 detik)

Kesimpulan

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga)

Rekomendasi BPPTKG

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

2. Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

3. Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

6. Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: