Nitizen : Banyak Kasus Kerumunan Lainnya Kenapa Hanya Habib Rizieq yang Tersangka

BNews–NASIONAL– Setelah resmi ditetapkannya Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, banyak komentar netizen.

Hal ini terkait kasus yang menimpa pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yakni perkara kerumunan saat acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta.

Berbagai reaksi diungkapkan netizen di media sosial Twitter.

Hal itu tampak dari perbincangan mengenai Rizieq yang populer karena sudah terjadi lebih dari 10 ribu kali dalam beberapa jam terakhir.

Salah satu akun yang berkomentar mengenai penetapan tersangka Rizieq adalah @pujakesuma. Dia menyampaikan Rizieq bisa menyampaikan pembuktian bahwa tidak bersalah di pengadilan.

“Negara Hukum, mau menteri, pengusaha, pimpinan parpol, pimpinanan ormas, dll kalau melanggar hukum ya jadi tersangka. Jika merasa tidak bersalah di pengadilan pembuktian nya,” ujar @pujakesuma, Kamis (10/12).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Akun @nuurizza menyampaikan bahwa kasus pidana yang disangka kepada Rizieq hanya kasus biasa. Dia membandingkan kasus Rizieq dengan kassus korupsi dana Bantuan Sosial yang dilakukan politikus PDI Perjuangan Juliari Batubara.

“Tersangka Rizieq Shihab itu cuma kasus remah2, kalian mau nilep kasus korupsi BanSos kemarin haaahhh?,” kicau @nuurizza.

Adapun akun @_senjamu mempertanyakan sikap polisi yang tidak menetapkan orang yang juga membuat kerumunan di tempat lain.

“Bukan mau ngebela HRS sih, tp ini polisi kok ga bikin yg lain tersangka jg ya.. haha,” ujar @_senjamu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara akun @zzakimu membuat tagline yang menggambarkan situasi Rizieq saat ini.

“Rizieq Shihab vs Everybody,” ujar @zzakimu.

Sebelumnya, publik mengkritik ketidakadilan aparat terhadap massa yang menghadiri Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istiqlaliyyah, Kabupaten Tangerang.

Padahal ribuan warga memadati acara haul tersebut tanpa protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang memadai.

Publik juga menyinggung kerumunan massa pada saat kampanye pilkada serentak 2020 yang didiamkan oleh aparat. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: