Harga Sewa Gerbang Samudra Raksa Direvisi Karena Tak Kunjung Laku
- calendar_month Sab, 18 Nov 2023

Gerbang Samudra Raksa
BNews-JOGJA- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah melakukan revisi terhadap biaya sewa pengelolaan Gerbang Samudra Raksa (GSR); yang terletak di perbatasan antara Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY dan Kabupaten Magelang, Jateng.
Revisi ini dilakukan karena pada lelang sebelumnya tidak ada pihak yang tertarik mengelolanya karena biaya sewanya terlalu mahal.
Sekretaris Kundha Kabudayan Kulonprogo, Nasip, selaku panitia lelang GSR, mengungkapkan bahwa harga sewa yang awalnya sebesar Rp 609 juta/tahun, kini turun menjadi Rp 239 juta/tahun.
“Iya, sudah turun. Dulu berada di kisaran angka Rp 600 jutaan, namun sekarang menjadi Rp 239.574.126 pertahun,” ujar Nasip pada Kamis (16/11).
Penurunan harga sewa ini didasarkan pada hasil perhitungan ulang nilai bangunan atau appraisal.
Dalam perhitungan ulang appraisal, panitia hanya fokus pada nilai bangunan yang digunakan untuk kepentingan bisnis; yaitu bangunan utama berlantai dua di GSR.
“Jadi yang kita tawarkan adalah bangunan berlantai dua. Sebelumnya appraisal mencakup bangunan gardu pandang, tetapi sekarang fokus pada bangunan yang dapat digunakan untuk bisnis saja,” tambah Nasip.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Nasip juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran lelang telah dimulai sejak Senin (13/11) dan akan berakhir pada Rabu (22/11); namun hingga saat ini belum ada pendaftar yang mendaftar.
Untuk menarik minat calon penyewa, pihak panitia telah melakukan berbagai upaya, seperti pengumuman; melalui media sosial dan komunikasi intensif dengan para pengusaha yang mungkin berminat untuk menjadi pengelola GSR.
“Selain melalui pengumuman, kami juga telah menghubungi para pengusaha yang bergerak dalam bidang ini. Kami berharap ada yang tertarik dengan harga baru yang kami tawarkan,” harap Nasip.
GSR memiliki berbagai daya tarik yang dapat menjadi pertimbangan untuk berinvestasi. Salah satunya adalah; kondisi GSR yang siap digunakan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum seperti lahan parkir, toilet, dan musala.
Selain itu, Kundha Kabudayan Kulonprogo juga berencana mengadakan acara rutin di GSR untuk menarik pengunjung dan menghidupkan perekonomian di sekitarnya.
Jika sampai pada batas waktu yang ditentukan tidak ada pendaftar, Nasip menyatakan bahwa panitia akan meninjau; kembali proses lelang GSR. Tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah akan mengelola GSR sendiri.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo sebelumnya telah membuka pendaftaran lelang pengelolaan GSR dengan sistem sewa pada bulan Juli-Agustus 2023.
Namun, tidak ada yang mengajukan penawaran karena harga sewanya yang tinggi, yaitu sebesar Rp 609 juta/tahun. Akibatnya, fasilitas dan bangunan senilai Rp 23 miliar diatas lahan seluas 7000 meter persegi tidak digunakan. (*/KR)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar