Pesan Menyentuh Sahid untuk Santri Tahfidz: Jadikan Al-Qur’an Sahabat Sejati
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026

Wabup Magelang Sahid Sebut Pesantren Diharapkan Mampu Mencetak Generasi Qur’ani
BNews-MAGELANG – Bupati Magelang Grengseng Pamuji didampingi Wakil Bupati Magelang Sahid bersama jajaran Forkopimcam Tegalrejo menghadiri kegiatan Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah, Kecamatan Tegalrejo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sahid mewakili Bupati Magelang menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pondok pesantren dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan haflah dan wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum rasa syukur atas capaian para santri selama menempuh pendidikan berbasis pesantren.
“Pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” kata Sahid.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah; atas kontribusinya dalam mencetak kader bangsa yang religius, cerdas, dan memiliki daya saing.
Sahid menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pesantren; keluarga, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung pendidikan; para santri agar kelak mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Kepada para santri yang diwisuda, Sahid juga berpesan agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan semata, namun juga menjadi pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Awwal 2 Assirojiyyah yang diwakili KH Abdul Hamid menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pendidikan dan pembelajaran santri selama satu tahun ajaran.
Ia menjelaskan, para santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga pendidikan formal serta pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Belajar itu memang tidak mudah, tetapi semua proses yang dijalani para santri akan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ungkapnya.
KH Abdul Hamid juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat dan anugerah yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga dalam perilaku dan pengabdian kepada sesama.
Kegiatan haflah dan wisuda tahfidz tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru. Acara dihadiri para wali santri, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar