Hasil Swab Negatif, 9 Warga Sidomoyo Sujud Syukur Di Tengah Jalan

BNews–SLEMAN--Sembilan warga Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman sujud syukur ditengah jalan kemarin (5/7/2020). Pasalnya hasil swab mereka keluar negatif, dimana sebelumnya reaktif Rapid Test.

Selain sebagai ungkapan syukur, sujud syukur tersebut sekaligus menegaskan bahwa kampung mereka bebas dari Corona. Pasalnya belakangan ini mereka mengalami isu tak sedap. Mereka sempat dikucilkan akibat kabar hoaks terkait virus Corona.

Kasus ini bermula ketika beredar kabar salah satu warga Dusun Karakan dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit pada akhir Juni lalu. Warga yang positif Corona tersebut mengontrak di pinggir jalan Sidomoyo dan jauh dari permukiman warga. Saat ini, pasien tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ya sudah lama mengontrak di sana. Cuma karena di pinggir jalan, kami tidak bisa memantau. Kalau di pintu masuk dusun semua warga yang keluar masuk terpantau karena ada satgas Covid-19 yang menjaga,” kata Pj Dukuh Karakan Wisnu Hardono(5/7/2020).

Wisnu menjelaskan, walaupun tak pernah berinteraksi dengan warga Karakan namun sesuai protokol kesehatan maka seluruh warga yang berada di radius 25 meter dari rumahnya menjalani rapid test. Dari sekitar 40 an warga yang dirapid test hanya sembilan warga yang reaktif.

“Jadi hanya reaktif. Tapi sudah muncul kabar hoax yang reaktif tadi positif Covid-19. Padahal reaktif saat rapid test kan belum tentu positif Covid-19,” terang Wisnu.

Wisnu mengatakan, setelah dinyatakan reaktif kesembilan warga Karakan menjalani masa karantina mandiri dengan pengawasan tim medis dan masyarakat. Mereka juga menjalani uji swab sebanyak dua kali.

Loading...

“Hasil dua kali swab negatif. Jadi terbukti yang reaktif setelah diswab belum tentu positif Covid,” kata Wisnu.

DOWNLOAD MUSIK KESUKAANMU DISINI (KLIK)

Sebagai rasa syukur atas hasil negatif swab tersebut, warga Karakan pun menggelar sujud syukur di depan pintu gapura dusun. Selain bersyukur atas hasil negatif tersebut juga untuk menepis kabar bohong yang dialami warga.

Warga pun diberi surat keterangan bebas Covid-19. “Beberapa bos di mana warga kami bekerja, kami yakinkan kalau warga Karakan negatif Corona. Kami yakinkan mereka. Sebagian sudah menerima warga kami untuk kembali bekerja,” katanya.

Wisnu berharap agar tidak ada kasus yang sama di wilayah lainnya, sosialisasi mengenai Corona, rapid test dan swab sebaiknya ditingkatkan agar pemahaman masyarakat tidak keliru. “Kami tidak tahu siapa yang menyebarkan itu. Mereka hanya salah memahami arti reaktif. Kami berharap agar ke depan tidak terjadi lagi seperti ini,” harap Wisnu.

Selama pandemi Corona, kata Wisnu, warga Karakan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Mereka memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Ke luar rumah hanya jika terpaksa atau ada keperluan mendesak saja.

“Nah yang positif Covid-19 itu karena rumahnya di pinggir jalan jadi kurang terpantau,” pungkasnya. (*/ilsh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: