Heboh Penemuan Benda Mirip Wajan Raksasa di Bantul Jogja, Begini Ceritanya

BNews—YOGYAKARTA— Warga Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikejutkan dengan penemuan benda menyerupai wajan ukuran raksasa saat mengeruk tanah.

Penyewa tanah kas desa yang menjadi lokasi penemuan, Supardi (57), menyebut benda itu adalah kompan.

“Kalau dari cerita simbah dulu, baik keluarga simbah anak-anak cucu sudah tahu kalau di sini namanya kompan. Kenapa kompan? Sejarahnya dulu pada saat Belanda itu (wajan raksasa) jadi tempat pompa untuk mengalirkan air dari sini ke barat,” kata Supardi kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).

Wajan raksasa itu ditemukan di Pedukuhan Kretek, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan. Menurut Supardi, dahulu di Kalurahan Jambidan dikenal dengan perkebunan tebu.

Sehingga Belanda membangun pompa air di lokasi tersebut untuk mengairi perkebunan itu.

“Kenapa namanya kompan? Karena tempat pompa air untuk mengaliri pertanian tebu pada saat penjajahan Belanda,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pada tahun 1980 pihak desa sempat akan mengaktifkan pompa itu dengan mengambil air dari Sungai Opak untuk air irigasi. Tetapi saat itu air tidak bisa tersebar merata sehingga pengaktifan pompa tidak dilanjutkan.

Sehingga peninggalan Belanda itu pun terbengkalai dan menyisakan kolam dengan wajan tersebut. Karena membahayakan jika dibiarkan maka warga memilih untuk mengubur kompan itu.

“Akhirnya saat itu diuruk karena untuk jalan kaki orang. Jadi bukan wajan untuk masak tapi landasan pompa,” imbuhnya.

Sementara itu, Dukuh Kretek, Riyan Hidayat (28), menjelaskan pihak cagar budaya sempat mengecek ke lokasi. Disebutkan benda tersebut bukan merupakan benda purbakala.

“Dari cagar budaya mengatakan kalau itu (wajan raksasa) bukan benda purbakala tapi memang benda sejarah peninggalan Belanda,” ujarnya. (*)

Sumber: Detiknews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: