Polisi Bakal Terapkan Pasal Berlapis Bagi Penolak Jenazah Covid-19

BNews–NASIONAL– Pihak kepolisian jerat pasal berlapis bagi pelaku penolakan atau blokade pemakaman jenazah positif Covid-19. Mereka akan diproses hukum, sehingga dapat memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Kalau kita melakukan blokade atau penolakan itu ada efek hukumnya,” tegas Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono (13/4/2020).

Argo juga menjelaskan bahwa para pelaku akan disangkakan dengan pasal berlapis. Pasal itu yakni pasal 212, 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit.

Seperti diketahui, Pasal 212 KUHP berbunyi, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah. Atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 214 KUHP ayat 1, paksaan dan perlawanan tersebut dalam pasal 211 dan 212 bila dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama sama, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Sedangkan dalam Pasal 14 ayat (1) UU No 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular. Bahwa menghalangi pelaksananan penanggulangan wabah diancam pidana penjara 1 tahun dan atau denda Rp 1 juta.

Seperti halnya yang dilakukan THP, 31, BSS, 54 dan S, 60 yang melakukan penolakan pemakaman jenazah di TPU Sewakul, Semarang. “Ketiganya telah diamankan Polda Jawa Tengah. Ini pelajaran buat kita agar tidak diulangi kembali, karena memang kalau kita memblokade atau melakukan penolakan ada efek hukumnya,” ujarnya.

Loading...

Sebelumnya, jenazah seorang perawat Nuria Kurniasih yang terinfeksi Covid-19 ditolak oleh warga dimakamkan di TPU Sewakul, Ungaran, Kabupaten Semarang. Jenazah akhirnya dimakamkan di Komplek Pemakaman RS Karyadi, di TPU Bergota Semarang, pada Jumat (10/4) lalu. (*/ahg)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: