HEBOH !! Video Ketua RT Digerebek Warga, Diduga Selingkuh Dengan Istri Kades

BNews-NASIONAL– Sebuah video menghebohkan sedang beredar di media sosial yang menunjukkan seorang pria yang sedang dikeroyok oleh sekelompok warga di Kuningan. Video tersebut juga menunjukkan petugas kepolisian dan TNI yang berusaha melindungi pria tersebut.

Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, terlihat petugas kepolisian kesulitan dalam mengamankan pria tersebut; karena beberapa kali ia menerima bogem mentah dan bahkan ada warga yang ikut melakukan tendangan.

Video yang viral ini ternyata terjadi di lingkungan Desa Datar, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pria tersebut diduga menjadi korban pemukulan oleh warga setempat karena terlibat dalam hubungan yang tidak sah dengan istri seorang tokoh masyarakat setempat.

Setelah menerima kabar mengenai perselingkuhan istri kepala desa, warga segera melakukan penggerebekan.

Kapolsek Cidahu, Iptu Makmudin, menyatakan bahwa hubungan terlarang yang melibatkan oknum ketua Rukun Tetangga (RT) dengan istri kepala Desa Datar memang benar adanya.

Sekarang, situasi di lingkungan tersebut telah kembali kondusif dan nyaman.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kondisi tempat kejadian antara istri kades dengan Pak RT; akhirnya sejumlah warga sepakat untuk mengusir. Hal itu karena dinilai telah menodai nama baik desa mereka akibat perbuatan asusila yang diduga dilakukan mereka berdua,” ujar Iptu Makmudin, mewakili Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda.

Sebelum kejadian tersebut, aparat kepolisian segera bertindak dengan cepat, mengamankan oknum RT tersebut di Mapolsek setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ya, kami telah mengevakuasi dan mengamankan seorang warga yang diduga melakukan perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum RT dengan oknum istri kepala desa,” kata Iptu Makmudin.

Kepala Desa Datar, Wartono, telah berbicara dengan Camat Cidahu, Agus Suryo, dan membuka hatinya. Saat ini, Wartono memilih untuk tidak aktif sementara dari jabatannya sebagai kepala desa.

“Untuk kejadian dugaan perselingkuhan itu benar. Kemudian, Pak Kades (Wartono) juga sudah berkoordinasi dengan saya untuk tidak memperpanjang masalah ini,” kata Agus.

Alasan Wartono untuk tidak memperpanjang permasalahan ini adalah keputusan pribadinya.

“Alasan tidak memperpanjang urusan ini, Pak Kades sudah resmi menceraikan istrinya dan kejadian seperti ini juga; sebelumnya telah dialami oleh pak kades hingga melakukan gugat cerai,” tambah Agus.

Agus sangat menghormati sikap dan kepribadian Kades Datar yang penuh kesabaran, terutama karena ini bukan pengalaman pertama yang dialami oleh kepala desa tersebut.

“Kejadian (perselingkuhan) ini bukan pertama kali yang dialami. Jadi, sebelum ketahuan dengan Pak RT, istri Pak Kades pernah melakukan hal serupa dengan orang lain; dan Pak Kades terus sabar dan menutup permasalahan tersebut. Namun kali ini, ia mengambil tindakan tegas dan meminta cuti untuk menenangkan diri,” jelas Agus.

Meskipun terjadi kejadian seperti ini, Agus menegaskan bahwa pelayanan masyarakat di desa tersebut tetap berjalan dengan baik.

“Dengan kejadian ini, pelayanan pemerintah desa tetap berjalan dan yang terpenting, kami tetap menjaga kondusifitas lingkungan masyarakat,” tegasnya. (*/tribun)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: