HUT PDI Perjuangan Jadi Pestanya Warga Lereng Sumbing

BNews–KALIANGKRIK-– Puncak acara HUT PDI PErjuangan ke 44 di Kabupaten Magelang meninggalkan kesan positif bagi masyarakat lereng Gunung Sumbing. Perayaan yang dikonsep ragam budaya negeri atas awan ini, benar-benar menjadi pestanya warga lereng Sumbing.
Kegiatan yang digelar di Dusun Kacetan Desa Ngargosoko Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang ini mengkolaborasikan kegiatan pengukuhan pengurus PAC se Kabupaten Magelang dengan pagelaran budaya seniman gunung. “Kita ingin kembali mengukuhkan sebagai partainya wong cilik. Kita ingin acara yang merupakan hasil dari gotong royong kawan-kawan seniman dan masyarakat Kacetan ini menjadi pestanya masyarakat,” kata Ketua DPC Sariyan Adi Yanto.
Dipilihnya Dusun Kacetan, sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Secara filosofi kacetan yang dalam bahasa indonesia berarti menegaskan memiliki tujuan bahwa kegiatan ini sebagai langkah menegaskan kepengurusan DPC PDI Perjuangan dbawah kepemimpinannya.
Dihadapan ribuan masyarakat yang hadir, seluruh pengurus anak cabang (PAC) se Kabupaten Magelang dikenalkan. Secara resmi mereka juga diberikan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Proses penyerahan dilakukan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Sudjono.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto saat orasi kerakyatan

Selain itu, dia menegaskan Kacetan sebagai salah satu wilayah ujung Kabupaten Magelang yang memiliki potensi alam  yang luar biasa. Bentangan alam di lereng Gunung Sumbing itu cukup menggambarkan keindahan Kabupaten Magelang. “Magelang yang indah dan sangat luar biasa ini ada di Kacetan. Dan dari sini saya melihat masa depan Kabupaten Magelang yang lebih baik,” kata Sariyan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Sudjiono merasa kagum dengan konsep kegiatan HUT ke 44 yang digelar di Kabupaten Magelang. Bahkan, saat memekikkan kata merdeka dia mengaku merinding melihat suasana disekitar  panggung yang dipenuhi masyarakat.
“Pemandangan alam disini sungguh luar biasa. Sebuah apresiasi kami berikan kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang yang memilih tempat ini untuk memperingati puncak HUT ke-44. Ini juga sesuai intruksi ibu ketua umum (Megawati), agar kita kembali ketujuan awal. Yakni kembali melihat alam, memperhatikan seni budaya tradisional dengan tetap merengkuh wong cilik,” kata dia.
Masyarakat begitu antusias dan terhibur melihat kegiatan tersebut. Apalagi, kolaborasi seniman gunung begitu memukau.

Soreng Banteng sumbangan Padepokan Wargo Budoyo menutup puncak acara HUT PDI Perjuangan ke 44

Kesenian yang terlibat diantarnya Goh Muko Bandongan, kemudian wayang gunung dengan lakon banteng gunung, kemudian Jingkrak Sondang dari Sanggar Saujana, Topeng Abang sanggar  Warangan Merbabu dan dittutup soreng banteng dari padepokan wargo budoyo.
Selama pementasan masyarakat dan pengurus partai terlihat berbaur menjadi satu. Kagum dan bergembira bersama. “Kegiatan ini terjadi berkat gotong royong masyarakat, seniman dan kader partai. Seluruh seniman yang terlibat datang dan bermain secara sukarela, dan masyarakat nyengkuyung acara ini luar biasa,” kata Sariyan. (bn2)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: